Efek Kenaikan BBM di Bandung, Tak ada Lagi Beras Murah

kompas.id
2 hari lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS- Efek kenaikan bahan bakar minyak jenis Pertamax sejak Rabu pekan lalu mulai terasa. Harga bahan pokok seperti beras di Bandung, Jawa Barat, naik Rp 1.000 dalam beberapa hari terakhir.

Harga BBM Pertamax naik dari harga sebelumnya Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Kenaikan harga mencapai Rp 3.950 per liter.

Di lapangan, Kompas mendapati harga beras medium ataupun premium di Pasar Kosambi telah melampaui harga eceran tertinggi (HET), Senin (15/6/2026).

Pasar Kosambi adalah pasar tradisional besar di Kota Bandung. Harga barang kebutuhan pokok di pasar ini menjadi acuan pemerintah daerah dalam memantau inflasi yang dipengaruhi harga bahan pokok.

Beras medium seharga Rp 15.000 dan beras premium Rp 16.000-Rp 20.000 per kilogram (kg). Harga ini tidak sesuai HET yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini, yakni Rp 13.500 per kg dan beras premium Rp 14.900 per kg.

Rahmat Kurnia (62), salah satu pedagang beras di Pasar Kosambi, mengakui, setiap jenis beras baik medium hingga premium naik Rp 1.000 per kilogram. Padahal, stok beras masih aman hingga kini.

Baca JugaRupiah Anjlok dan Harga Bahan Makanan Melonjak, Mahasiswa Bandung Serukan Reformasi

Ia mengatakan, kenaikan harga beras turut dipicu kenaikan biaya BBM. Harga BBM yang kian tinggi memicu kenaikan biaya operasional untuk distribusi beras.

"Saya menjual beras yang didatangkan dari sejumlah daerah di Kabupaten Sumedang dan Ciparay, Kabupaten Bandung," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Andri Muhammad Thahir (37), pedagang beras lainnya. Ia mengaku, harga beras naik secara bertahap selama sepekan terakhir dari Rp 500 hingga Rp 1.000 per kg.

Andri juga memasok beras dari daerah Ciparay, Kabupaten Bandung. Ia berpendapat, masyarakat kini tak bisa mendapatkan beras dengan harga yang murah seperti dulu.

"Jika harga BBM terus mengalami kenaikan, otomatis harga beras juga melonjak. Sebab, tidak semua sopir yang menggunakan Pertalite karena antreannya yang memakan waktu cukup lama," tuturnya.

Inflasi tertinggi

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui adanya fenomena kenaikan harga pangan. Adapun Kota Bandung saat ini tingkat inflasinya tertinggi di Jawa Barat yaitu, 0,3 persen.

"Inflasi dipicu permintaan yang sangat tinggi, baik dari warga setempat maupun pengunjung ke Kota Bandung. Salah satunya dari bisnis kuliner, " kata Farhan.

Ia mengatakan, Pemkot Bandung memastikan distribusi bahan pangan bisa bertambah secara signifikan. Upaya ini untuk menormalisasikan harga.

"Kami juga sedang melakukan peninjauan agar dipastikan tidak ada penimbunan di gudang-gudang bahan pangan, khususnya beras dan kedelai," ucapnya.

Baca JugaPasokan Berkurang, Harga Cabai dan Daging Ayam di Bandung Melejit


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelatih Timnas Iran Blak-blakan Mengaku Diminta Segera Tinggalkan AS Usai Mainkan Laga Perdana di Piala Dunia 2026
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Penyaluran MBG Disetop Selama Libur Sekolah untuk Evaluasi SPPG
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Ojol Bawa Penumpang Lewat Jembatan Rel Petamburan Jakpus, KAI: Sangat Berbahaya!
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Melihat Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Video: Butuh Modal, Pengusaha Mebel Minta 2 Hal Pada Menkeu Purbaya
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.