Dekati Gen Z, PDIP Surabaya Kenalkan Banteng Kalcer di Bulan Bung Karno  

jpnn.com
2 hari lalu
Cover Berita

jpnn.com - Pendekatan baru terhadap generasi muda alias Gen Z dihadirkan DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Bertepatan dengan rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, pengurus partai berlambangkan kepala banteng itu resmi meluncurkan program Banteng Kalcer, Minggu (14/6).

BACA JUGA: Mundur dari Hanura, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Diisukan Bakal Gabung Gerindra

Peresmian ditandai dengan penyematan kaos Banteng Kalcer kepada perwakilan generasi muda yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Momentum peluncuran berlangsung di sela-sela kegiatan Gowes Kelana Bung Karno yang diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai kalangan.

BACA JUGA: Pasutri Ini Terlibat Penipuan Rp 1,3 Miliar, Begini Modusnya

Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji mengatakan semangat Bung Karno harus terus diwariskan kepada generasi muda Surabaya.

Menurutnya, Bung Karno bukan hanya Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga sosok yang lahir dan tumbuh sebagai Arek Surabaya.

BACA JUGA: Kisah Angelia Hutabarat Jadi Sukarelawan di Piala Dunia 2026, Kejutan Datang Lewat Email

“Banteng Kalcer ini bagian dari upaya agar PDI Perjuangan tetap eksis di Kota Surabaya, tetap bergotong royong dan terus hadir di tengah masyarakat,” kata Armuji, Senin (15/6).

Cak Ji, sapaan lekatnya, menegaskan, kekuatan partai tidak hanya dibangun melalui struktur organisasi, tetapi juga melalui kerja nyata yang dirasakan masyarakat.

“Kami tidak mengenal lelah, yang penting perbuatan kami baik, maka akan selalu diingat oleh warga Kota Surabaya,” tegas Armuji yang juga sebagai Wakil Wali Kota Surabaya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPC PDIP Surabaya Khusnul Khotimah, menjelaskan Banteng Kalcer lahir dari kebutuhan menghadirkan ruang lebih dekat dengan karakter generasi muda saat ini.

Dia menilai, masih banyak anak muda memandang politik sebagai sesuatu yang serius, kaku, dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, diperlukan pendekatan lebih relevan dengan dunia mereka.

“Politik tidak harus selalu dibicarakan dalam forum formal, tetapi juga bisa hadir melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian mereka,” jelas Khusnul.

Program tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat generasi muda. Mulai dari olahraga bersama, diskusi santai, kegiatan sosial, hingga kolaborasi kreatif dengan berbagai komunitas.

“Anak muda memiliki energi, ide, dan kreativitas luar biasa. Tinggal bagaimana membuka ruang agar mereka bisa berkontribusi, menyampaikan gagasan, dan merasa menjadi bagian dari gerakan bersama,” katanya.

Khusnul berharap, Banteng Kalcer tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ruang membangun kepedulian sosial dan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa politik bisa dekat dengan anak muda, bisa menyenangkan, dan bisa menjadi ruang untuk berkontribusi. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam kegiatan sosial, kepemudaan, dan demokrasi secara positif,” tandas Khusnul.(mcr23/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Ardini Pramitha


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antonio Rudiger perpanjang kontrak bersama Real Madrid
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
3 BEM Bantah Ikut Konpers BEM Fakultas Bersatu, Sebut Orang yang Hadir Bukan Perwakilan Organisasi
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Rabu pagi harga emas tiga jenama di Pegadaian kompak tidak bergerak
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Tanda Anak Menyimpan Emosi yang Tidak Tersampaikan
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Politik Transaksional dan Problem Struktur Demokrasi Indonesia
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.