Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan pendampingan psikologis kepada atlet menembak yang jadi korban pelecehan eks pengurus Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya.
Ida Widayati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya mengatakan, korban berinisial DS (15) telah menjalani pendampingan dan menceritakan kronologi kejadian kepada petugas.
Berdasarkan hasil pendampingan tersebut, DP3APPKB menilai ada sosok ayah yang kurang hadir dalam kehidupan korban. Hal itulah yang jadi pintu masuk terduga pelaku melancarkan aksinya.
Karena itu, pihaknya meminta orang tua, khususnya ayah, untuk lebih dekat dan membangun komunikasi dengan anak.
“Jadi kita menyampaikan ke orang tua, bahwa menurut kita itu ada sosok yang hilang di korban ini. Karena bapaknya sibuk bekerja, jadi memang enggak terlalu dekat dengan anaknya,” kata Ida, Senin (15/6/2026).
Kondisi itulah, menurut Ida, dimanfaatkan terduga pelaku dengan memberikan perhatian lebih kepada korban hingga akhirnya mengalami pelecehan. Karenanya, pascakejadian korban merasa menyesal telah mempercayai terduga pelaku.
“Menyesal banget, dia enggak mengira kalau ternyata si pelaku yang dikagumi ini perangainya begitu gitu. Dia kecewa,” ujarnya.
Karena itu, DP3APPKB juga memberikan edukasi kepada korban beserta orang tuanya, soal kedekatan yang dimanfaatkan terduga pelaku.
“Kita mengedukasi anak ini juga, bahwa yang dia lakukan itu keliru, kita juga mengedukasi orang tuanya juga untuk untuk menjalin komunikasi dengan anak itu. Peran ayah itu penting banget gitu,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang atlet di bawah umur diduga menjadi korban pelecehan oleh pelatihnya sendiri, selama kurang lebih satu bulan.
Terduga pelaku, menggunakan modus hukuman gelitik pada korban, yang kemudian berubah sentuhan fisik di bagian sensitif korban. Bahkan, dari penuturan korban kepada ayahnya, dia pernah dibawa ke salah satu hotel di Surabaya.
Saat ini, pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Surabaya dan berharap agar kasus ini bisa diusut tubtas. AKBP Melatisari Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya membenarkan bahwa kepolisian telah menerima laporan kasus dugaan pelecehan itu dan sedang melakukan penyelidikan.
Di sisi lain, menanggapi kasus dugaan pelecehan terhadap atlet menembak di bawah umur, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya menegaskan kalau JL terduga pelaku, telah dinonaktifkan sebagai pengurus Perbakin Surabaya. (lta/bil/ham)



