Bisnis.com, SEOUL – Indonesia akan segera menerima prototype pesawat jet tempur KF-21 dari Korea Selatan. Adapun, fase pengembangan jet tempur KF-21 Boramae atau KFX/IFX akan rampung pada akhir Juni 2026.
Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Cecep Herawan mengungkapkan proyek jet tempur KF-21 yang merupakan kerjasama antara RI dan Korsel akan difinalisasi bulan ini.
"Bulan Juni ini kan fase pengembangan bersama proyek KF-21 selesai. Prototype-nya kan dari enam disepakati satu akan diserahkan ke Indonesia," kata Cecep dalam pertemuan Indonesian Next-Generation Journalist Network yang diselenggarakan Korea Foundation (KF) dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), dikutip Senin (15/6/2026).
Cecep mengatakan pengembangan ke depannya masih menunggu keputusan dari para regulator di Indonesia. Dia menegaskan saat ini masih ada pembahasan di level tinggi untuk kelanjutan proyek KF-21 terutama untuk sisi pemanfaatan hasil produksi KF-21.
Adapun, waktu pengiriman prototype KF-21 untuk Indonesia sejauh ini belum diputuskan.
"Mudah-mudahan di akhir bulan Juni ini sudah selesai semua," ujar Cecep.
Seonghee Park, Senior Manager & Team Leader International Business Development Korea Aerospace Industry Ltd. menambahkan bahwa saat ini kedua pemerintah sudah sepakat untuk mengirimkan satu prototype KF-21 ke Indonesia.
"Kedua pemerintah saat ini sedang berdiskusi tentang cara mengirimkan, termasuk soal teknologi dan waktunya. Untuk memfasilitasi transfer dan operasional prototype KF-21 ke Indonesia, saat ini modifikasi tertentu masih dibutuhkan," ujar Park di Sacheon, Korea Selatan, Kamis (18/6/2026).
Lebih lanjut, Park menegaskan kedua negara sudah sepakat untuk sebagian besar persyaratan kerja sama maupun pengiriman prototype.
Adapun, pengembangan KF-21 ini disebut akan turut menggairahkan sektor riil di Indonesia karena banyak komponen dan suku cadang yang akan diproduksi di Indonesia.
Ke depannya, dia berharap Indonesia dan Korea Selatan dapat memperdalam kerjasama di bidang procurement dalam proyek KFX/IFX ini. Indonesia diharapkan bakal menjadi salah satu rantai pasok pengembangan pesawat Korea Selatan.
Berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya, total investasi kerjasama RI dan Korsel dalam proyek pengembangan jet tempur KF-21 Boramae mencapai 8,1 triliun won atau Rp93 triliun (asumsi kurs Rp11,5 per won).
Dalam kontrak kerja sama pembuatan KFX/IFX, pemerintah Korsel menanggung 60% pembiayaan dan sisanya dibagi rata (cost share) antara Indonesia dan Korea Aerospace Industry (KAI) masing-masing 20%. Dengan demikian, jumlah cost share yang harus dibayar oleh Pemerintah Indonesia berkisar Rp24,8 triliun.
Sementara, spesifikasi jet tempur yang disepakati kedua negara, yaitu pesawat tempur generasi 4,5 dengan kemampuan, antara lain semi-stealth, smart avionics with sensor fusion, beyond and within visual range weapon system, highly manuverable, dan interoperability concept.





