Iran-AS Damai, Rupiah Full Senyum Ditutup Level Rp17.708 per Dolar AS

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,85% atau 151,50 poin ke level Rp17.708,50 per dolar AS dalam perdagangan Senin (15/6/2026). Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) melemah 0,24% ke 99,51.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa apresiasi rupiah ini sejalan dengan meredanya konflik Timur Tengah. Terbaru, Presiden AS Donald Trump dan wakil menteri luar negeri Iran mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dan melanjutkan lalu lintas melalui Selat Hormuz.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan membawa kabar bahwa AS dan Iran akan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada hari Jumat.

"Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Selat Hormuz akan dibuka "bebas biaya" dan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran juga akan berakhir," jelas Ibrahim, Senin (15/6/2026).

Dari persepsi pasar, Ibrahim melihat saat ini investor sedang mengamati dengan hati-hati seberapa cepat produsen Timur Tengah dapat melanjutkan produksi dan ekspor minyak setelah gangguan pasokan akibat perang, dan apakah lebih banyak kapal akan memasuki wilayah tersebut.

Tak cuma itu, pekan ini perhatian pasar juga akan tertuju pada pengumuman kebijakan terbaru dari beberapa Bank Sentral dengan fokus utama keputusan kebijakan moneter The Fed, yang pertama dipimpin oleh ketua barunya Kevin Warsh. 

Baca Juga

  • Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.774, Sentimen Damai AS-Iran Jadi Katalis
  • Rupiah Bergejolak, Investor Berburu Reksa Dana Dolar AS
  • BI Yakin Rupiah Terus Menguat Usai BI Rate Naik ke 5,50%

Sementara di dalam negeri, Ibrahim menjelaskan bahwa turunnnya harga minyak mentah dunia di bawah US$80 per barel akan menjadi faktor positif karena diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN.

"Selain itu, pasar juga mencermati potensi efisiensi anggraran program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penurunan target pembangunan Koperasi Desa Merah putih sebesar 50%," jelas Ibrahim.

Dengan kondisi global yang kembali stabil, Ibrahim melihat masyarakat Indonesia kini berbondong-bondong menjual valuta asingnya. Langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan nilai tukar rupiah yang sebelumnya sempat menyentuh rekor terendah di kisaran Rp18.200 per dolar AS. 

Ke depan, fokus pasar akan beralih ke pertemuan kebijakan Bank Indonesia akhir pekan ini, di mana BI telah mengambil langkah pengetatan lanjutan pada 9 Juni 2026 dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 bps menjadi 5,50%.

"Langkah pre-emptive ini dioptimalkan untuk melindungi nilai tukar rupiah dari gejolak global dan menahan keluarnya arus modal asing (capital outflow)," pungkasnya.

Atas sejumlah sentimen yang ada, Ibrahim memperkirakan rupiah akan kembali ditutup menguat pada perdagangan esok, Selasa (16/6/2026) di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.700 per dolar AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dasar Laut Naik Dua Meter Akibat Gempa Filipina, Biota Laut Terancam
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gencatan Senjata Belum Efektif, Israel Serang Beirut Lagi
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ditutup Naik 221 Poin, Rupiah Senin Sore Sentuh Level Rp17.600-an
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
[FULL] Respons Gerindra Sikapi Demo Mahasiswa Kritik Pemerintah Tuntut Perbaikan Ekonomi | SAPA PAGI
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Guru Gugat Dampak MBG: Waktu Mengajar Berkurang, Kesejahteraan Tertekan
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.