JAKARTA, DISWAY.ID - Nilai tukar Rupiah yang terus tertekan atas Dolar AS membuat harga bahan pokok seperti minyak goreng justru mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Berdasarkan hasil pantauan Disway di pasar Parung, Bogor, harga minyak goreng bermerek Sania untuk kemasan 2 liter kini telah naik harga menjadi di kisaran Rp 45.000, dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp 40.000 an.
"Kalau yang premium ada yang Rp. 40,000 ke atas, kalau untuk Sania ini udah sampe Rp 45.000," jelas Ian, salah seorang pedagang sembako di pasar Parung kepada Disway, pada Senin 15 Juni 2026.
BACA JUGA:Katalog Promo Superindo Minggu Ini Terbaru 15-18 Juni 2026, Spesial Minyak Goreng Tropical Rp32 Ribu
Kendati harganya naik pesat, Ian menambahkan bahwa terkini, stok minyak goreng masih terbilang melimpah di pasaran.
Menurutnya, saat ini justru komoditas minyak goreng rakyat Minyakita lah yang stoknya langka di pasaran.
"Masih melimpah (stok minyak goreng). Kalau yang langka mah Minyakita sekarang saya susah dapet barangnya," ucap Ian.
BACA JUGA:Pemkot Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk 146 Ribu Keluarga Miskin
Masyarakat Tetap Pilih KemasanKendati diterpa kenaikan harga yang cukup pesat, Ian mengakui bahwa kebanyakan masyarakat masih tetap memilih untuk tetap membeli minyak goreng kemasan ketimbang memilih curah.
Menurutnya, hal ini sendiri disebabkan oleh kualitas minyak goreng curah yang masih belum terlalu memadai.
"Nggak ada sih yang sampe pindah (ke minyak goreng curah), paling-paling beli yang seliter, atau langsung beli yang 2 liter lebih buat stok," tutur Ian.
BACA JUGA:Promo Superindo Terbaru Hari Ini 26 April 2026, Akhir Bulan Minyak Goreng Mulai Rp36 Ribuan
Sementara itu menurut data Badan Pangan Nasional (Bapanas), pihaknya dan Bulog kini juga tengah berupaya untuk mendorong distribusi bantuan pangan, sebagai bagian dari rencananya untuk melakukan intervensi pengendalian harga pangan pokok strategis.
Menurut Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti, Ketut Astawa, salah satu bagian dari rencana ini adalah dengan berupaya menderaskan pasokan Minyakita bagi masyarakat, terutama ke pasar rakyat.
"Kami telah meminta Bulog untuk segera mengeksekusi bantuan pangan sampai Juni. Nah kalau bisa dikeluarkan, tentu bisa akan mengendalikan posisi harga, menstabilkan harga beras sekaligus menstabilkan harga minyak goreng tentunya," tutur Ketut.





