JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi menanggapi aksi demonstrasi yang terjadi beberapa waktu belakangan.
Dia mengatakan, MUI mengajak seluruh elemen termasuk para aktivis yang menyuarakan pendapatnya untuk merenungi kisah Nabi Musa saat memperingatkan Fir'aun.
"Jika kepada Fir'aun saja Nabi Musa dan Harun diperintahkan untuk berbicara dengan santun namun tegas tanpa kalimat merendahkan, maka sudah sepatutnya dalam konteks berbangsa dan bernegara di tanah air, kita mengedepankan komunikasi yang beradab demi menjaga persatuan," katanya dalam pesan singkat yang diterima Kompas.com, Senin (15/6/2026).
MUI memandang para aktivis baik pemuda maupun mahasiswa adalah pilar penting mengawal perjalanan bangsa.
Baca juga: Jalan Sudirman Arah Bundaran HI Ditutup Jelang Demo, Kendaraan Dialihkan ke Gatot Subroto
Menurut dia, sikap kritis dan kepedulian terhadap keadilan dan kepekaan sosial terhadap kebijakan negara adalah tanda idealisme yang tetap hidup.
"Keberanian menyuarakan kebenaran terhadap kebijakan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak adalah hal yang positif dan dilindungi oleh konstitusi," ucapnya.
Walakin, penyampaian kritik tak harus dipisahkan dengan cara penyampaian yang baik, bukan pada caci maki, tapi lebih pada objektivitas tanpa merendahkan martabat kemanusiaan.
Zainut Tauhid mengatakan, sebagai kaum terpelajar dan pimpinan opini di kalangan generasi muda, narasi yang keluar dari mimbar akademis semestinya mencerminkan kedalaman ilmu dan objektivitas berpikir.
Baca juga: Mahasiswa UBK Dicegat Polisi di Tugu Tani Saat Hendak Demo di Medan Merdeka
"Gerakan mahasiswa adalah gerakan moral-intelektual; penggunaan diksi yang kasar dan peyoratif justru mendegradasi marwah gerakan tersebut," katanya.
Atas dasar itu juga, MUI mengimbau agar tak ada lagi normalisasi budaya kata kasar di ruang publik dan ruang digital yang berujung pada ujaran kebencian.
MUI menegaskan, seruan moral demi menjaga sendi-sendi akhlak bangsa, dan sama sekali tidak terkait dengan kepentingan politik praktis mana pun.
Demonstrasi mahasiswaBaca juga: Jelang Demo Mahasiswa, Semanggi Arah Bundaran HI Ditutup, Brimob Siaga di Lokasi
Sebagai informasi, aksi demonstrasi belakangan terus terjadi menuntut perbaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.




