EtIndonesia.com Pada 12 Juni waktu setempat, pertandingan Grup D Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko resmi dimulai. Di hadapan lebih dari 70.000 penonton, tim tuan rumah Amerika Serikat berhasil mengalahkan Paraguay dengan skor telak 4-1, sekaligus mencatatkan rekor jumlah gol terbanyak dalam satu pertandingan bagi tim mereka sepanjang sejarah Piala Dunia.
Tiga bintang utama lini serang dan tengah tampil gemilang: penyerang Folarin Balogun mencetak dua gol di babak pertama dan menjadi sorotan utama pertandingan; Christian Pulisic memberikan umpan kunci; sementara Weston McKennie berperan memicu terjadinya gol bunuh diri dari pihak lawan.
Sebagai negara tuan rumah yang terakhir kali menggelar acara pembukaan di antara ketiga penyelenggara Piala Dunia 2026, Amerika Serikat meresmikan upacara pembukaan wilayah penyelenggaraan mereka pada malam 12 Juni di Stadion Los Angeles, Inglewood, California. Acara ini menampilkan penampilan istimewa dari penyanyi pop terkenal dunia, Katy Perry, serta sejumlah musisi ternama internasional lainnya.
Upacara pembukaan mengusung tema elemen-elemen khas Hollywood, menghadirkan pertunjukan audiovisual bernuansa masa depan melalui layar raksasa melingkar 360 derajat, pertunjukan cahaya menggunakan pesawat nirawak, serta penampilan panggung berskala besar. Katy Perry berduet dengan penyanyi cilik asal Norwegia, Tius Luka, membawakan lagu berjudul Wonder. Setelah itu, sederet bintang papan atas seperti Future, Tyla, Anitta, dan LISA anggota grup BLACKPINK tampil secara bergantian, membawa suasana acara ke puncak kemeriahan.
Sebuah replika Piala Dunia berukuran raksasa didirikan di tengah lapangan, disertai pertunjukan tari yang memukau, menyimbolkan semangat persatuan dunia yang diusung turnamen ini. Di tribun penonton, pendukung kedua negara sama-sama mengibarkan bendera nasional dan bersorak dengan antusias, menciptakan suasana perayaan yang hangat dan penuh sukacita, sekaligus menandai dimulainya secara resmi rangkaian pertandingan di wilayah Amerika Serikat.
Menurut video yang dirilis Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, sebelum pertandingan ini digelar, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah melakukan panggilan telepon kepada pelatih kepala tim nasional, Mauricio Pochettino.
Dalam percakapan itu, Trump memuji kemampuan kepelatihan Pochettino dan menyampaikan harapannya agar tim ini dapat menampilkan performa terbaik dalam edisi Piala Dunia kali ini.
Trump berkata: “Saya menelepon hanya untuk menyampaikan bahwa Anda adalah pelatih yang sangat hebat. Saya mengetahui rekam jejak kepelatihan Anda dan kesuksesan yang telah Anda raih, serta saya juga tahu betapa hebatnya kemampuan para pemain ini. Saya yakin kalian memiliki peluang besar untuk melangkah jauh dalam turnamen ini, oleh karena itu saya menelepon khusus untuk mendoakan keberhasilan kalian.”
Menanggapi hal tersebut, Pochettino menjawab: “Terima kasih banyak atas dukungan Anda, Tuan Presiden. Kami akan memberikan usaha terbaik sepenuhnya, dan berharap dapat membuat Anda serta seluruh rakyat Amerika merasa bangga.”
Meskipun Trump tidak dapat hadir langsung di stadion untuk menyaksikan pertandingan, panggilan telepon tersebut jelas memberikan dorongan semangat yang sangat besar bagi tim Amerika Serikat.
Sejak peluit awal dibunyikan, tim tuan rumah langsung menguasai jalannya pertandingan, terutama bintang utama mereka, Christian Pulisic, yang tampil sangat lincah dan berbahaya di sisi kiri lapangan.
Pada menit ke-7, Weston McKennie menerima umpan dari Pulisic dan memberikan tekanan tinggi di daerah pertahanan lawan, yang akhirnya menyebabkan Gustavo Bobadilla, bek Paraguay, melakukan gol bunuh diri. Kejadian ini membuat Amerika Serikat unggul 1-0, dan gol ini juga tercatat sebagai gol bunuh diri pertama sepanjang turnamen Piala Dunia tahun ini.
Memasuki menit ke-31, tim Amerika Serikat kembali menunjukkan permainan kerja sama yang apik. Pulisic berhasil menerobos di sisi kiri dan memberikan umpan tarik ke tengah, yang disambut tepat oleh Folarin Balogun untuk menendang bola dengan tenang ke gawang, memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Di masa tambahan waktu babak pertama, Balogun kembali memamerkan kualitas dirinya. Ia berhasil melewati dua orang pemain bertahan lawan sendirian di dalam kotak penalti, lalu melepaskan tendangan keras yang tak terhalang, mencetak gol keduanya malam itu. Berkat gol ini, Amerika Serikat unggul jauh 3-0 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, tim Amerika Serikat sedikit mengurangi intensitas serangan mereka. Dengan pertimbangan pencegahan cedera, Pulisic ditarik keluar lebih awal. Pada menit ke-73, Paraguay sempat mencetak gol balasan melalui tendangan Mauricio yang sukses masuk ke gawang dari dalam kotak penalti. Namun, tim tuan rumah tetap memegang kendali penuh atas jalannya pertandingan. Menjelang akhir pertandingan, gelandang pengganti Gio Reyna memanfaatkan peluang yang ada untuk mencetak gol keempat, mengunci kedudukan akhir menjadi 4-1.
Dengan total 4 gol yang dicetak dalam satu pertandingan ini, lini serang Amerika Serikat menunjukkan daya gedor yang belum pernah mereka miliki sebelumnya, sekaligus menciptakan sejarah baru sebagai jumlah gol terbanyak yang pernah dicetak tim ini di ajang Piala Dunia.
Usai pertandingan, Mauricio Pochettino memberikan apresiasi tinggi atas penampilan anak asuhnya: “Para pemain telah memainkan pertandingan yang sangat luar biasa, namun ini hanyalah permulaan. Kami masih memiliki dua pertandingan penyisihan grup yang harus dijalani, dan kami harus tetap fokus serta terus berkembang. Hal yang paling patut dipuji hari ini adalah kerja sama satu tim secara utuh — mulai dari pemain inti, pemain cadangan, hingga seluruh staf pelatih dan pendukung, setiap orang telah memberikan kontribusi terbaiknya.”
Pertandingan ini dihadiri oleh 70.492 penonton, dan antusiasme pendukung tuan rumah sangat berkesan bagi Pochettino. Ia secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada penonton yang hadir: “Dukungan dan energi yang diberikan para pendukung kepada tim sungguh luar biasa. Jika mereka terus mendukung kami seperti ini, saya yakin tim ini memiliki kemampuan untuk menciptakan keajaiban.”
Berkat kemenangan telak ini, tim Amerika Serikat telah menunjukkan tekad kuat sebagai tuan rumah untuk meraih prestasi gemilang. Di pertandingan selanjutnya, mereka akan terus berjuang demi mengamankan tiket lolos ke babak 32 besar.
Sumber : NTDTV.com





