Asal Usul Tahun Baru Islam 1 Muharram, Buya Yahya Ungkap Sejarah Penetapan Kalender Hijriah

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah pada tahun 2026 menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk mengenang perjalanan sejarah Islam. 

Bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, peringatan ini juga menyimpan kisah menarik tentang bagaimana penanggalan Islam pertama kali ditetapkan.

Banyak orang mengira kalender Hijriah sudah digunakan sejak masa Rasulullah SAW. 

Namun, menurut penjelasan Buya Yahya, penetapan tahun Hijriah justru dilakukan beberapa tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab.

Buya Yahya menjelaskan bahwa pada masa itu umat Islam masih menggunakan sistem penanggalan yang sama dengan masyarakat non-Muslim. 

Kondisi tersebut membuat Sayyidina Umar bin Khattab merasa perlu menghadirkan identitas tersendiri bagi umat Islam.

Ilustrasi tahun baru islam
Sumber :
  • Pixabay/openclipart-vectors

Menurut Buya Yahya, Umar bin Khattab menginginkan agar umat Islam memiliki penanggalan yang berbeda dan khas. 

Karena itu, beliau mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah menentukan sistem tahun dan kalender yang dapat menjadi ciri khas umat Islam.

"Tujuannya membuat penanggalan baru, hari baru dan tahun baru itu untuk berbeda dengan orang-orang yang belum Islam," jelas Buya Yahya.

Dalam musyawarah tersebut, para sahabat mengemukakan berbagai usulan mengenai bulan yang layak dijadikan awal tahun. 

Ada yang mengusulkan bulan Rabiul Awal karena berkaitan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebagian lainnya mengusulkan Ramadhan atau Syawal.

Perdebatan dan diskusi berlangsung hingga akhirnya para sahabat mencapai kesepakatan. 

Mereka menetapkan bulan Muharram sebagai awal tahun dalam kalender Islam.

Menyambut Tahun Baru Islam 2026
Sumber :
  • Ilustrasi Kementerian Agama/dok kemenag

Buya Yahya menerangkan bahwa keputusan tersebut memiliki sejumlah pertimbangan yang kuat. Salah satunya berkaitan dengan musim haji.

Pada saat itu, banyak kaum Muslim berkumpul di Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Setelah rangkaian ibadah selesai, mereka kembali ke daerah masing-masing pada bulan Muharram.

Kondisi tersebut dianggap sangat strategis untuk menyebarkan informasi mengenai penetapan kalender baru kepada seluruh umat Islam.

Buya Yahya menjelaskan bahwa para jemaah haji dapat menjadi penyampai kabar kepada masyarakat di berbagai wilayah tanpa memerlukan sosialisasi yang panjang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga di Jalan Ambon Bandung Bangun Garasi di Trotoar, Dibongkar Paksa Satpol PP
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Meledak 5 Persen usai AS-Iran Berdamai, Investor Borong Saham Saat Risiko Pasar Mereda
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Link Live Streaming UFC White House: Tarung Siang Ini, Ada Duel Perebutan Gelar Juara Ilia Topuria vs Justin Gaethje
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.733 per Dolar AS pada Senin Pagi
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dipicu Sambal Pecel, Kakak di Jombang Tega Siksa Adik Autis hingga Tewas
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.