Jakarta (ANTARA) - Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan meminta Badan Pusat Statistik (BPS) setempat untuk memetakan potensi usaha terbaik di daerah kepulauan Provinsi DKI Jakarta tersebut lewat Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
“Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda statistik nasional yang sangat krusial dan hasil dari sensus ini akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah,” kata Fadjar di Jakarta, Senin.
Ia menilai data yang akurat dan berkualitas sangat diperlukan untuk memetakan perkembangan dunia usaha, perubahan struktur ekonomi, serta potensi sektor unggulan di Kepulauan Seribu.
Menurut dia, keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada kualitas data yang dihimpun oleh para petugas di lapangan.
Data tersebut, kata dia, menjadi ujung tombak sekaligus representasi BPS saat berhadapan langsung dengan pelaku usaha.
"Para petugas harus mampu berkomunikasi dengan baik dan menjamin kerahasiaan data responden dan kepercayaan masyarakat adalah kunci untuk menghasilkan data yang akurat," kata dia.
Bupati Kepulauan Seribu secara resmi telah melepas tiga puluh petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan melakukan pendataan usaha di wilayah Kepulauan Seribu pada Jumat (12/6).
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Kadarmanto mengaku hasil sensus sepuluh tahunan ini akan mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.
Kadarmanto menjelaskan data tersebut akan menjadi acuan dalam meningkatkan investasi dan daya saing ekonomi.
"Target kita adalah membawa Jakarta menembus peringkat dua puluh besar kota global dunia pada 2045. Petugas adalah garda terdepan kualitas data nasional kita," katanya.
Baca juga: BPS DKI sebut Sensus Ekonomi bantu identifikasi peluang bisnis baru
Baca juga: Kolaborasi dinilai penting untuk sukseskan Sensus Ekonomi 2026
“Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda statistik nasional yang sangat krusial dan hasil dari sensus ini akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah,” kata Fadjar di Jakarta, Senin.
Ia menilai data yang akurat dan berkualitas sangat diperlukan untuk memetakan perkembangan dunia usaha, perubahan struktur ekonomi, serta potensi sektor unggulan di Kepulauan Seribu.
Menurut dia, keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada kualitas data yang dihimpun oleh para petugas di lapangan.
Data tersebut, kata dia, menjadi ujung tombak sekaligus representasi BPS saat berhadapan langsung dengan pelaku usaha.
"Para petugas harus mampu berkomunikasi dengan baik dan menjamin kerahasiaan data responden dan kepercayaan masyarakat adalah kunci untuk menghasilkan data yang akurat," kata dia.
Bupati Kepulauan Seribu secara resmi telah melepas tiga puluh petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan melakukan pendataan usaha di wilayah Kepulauan Seribu pada Jumat (12/6).
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Kadarmanto mengaku hasil sensus sepuluh tahunan ini akan mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.
Kadarmanto menjelaskan data tersebut akan menjadi acuan dalam meningkatkan investasi dan daya saing ekonomi.
"Target kita adalah membawa Jakarta menembus peringkat dua puluh besar kota global dunia pada 2045. Petugas adalah garda terdepan kualitas data nasional kita," katanya.
Baca juga: BPS DKI sebut Sensus Ekonomi bantu identifikasi peluang bisnis baru
Baca juga: Kolaborasi dinilai penting untuk sukseskan Sensus Ekonomi 2026





