Timnas Iran Mendarat di Los Angeles, Kesepakatan Damai dan Protes Warnai Awal Piala Dunia 2026

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Los Angeles: Tim nasional sepak bola Iran akhirnya tiba di Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia 2026. Kedatangan Team Melli pada Minggu (15/6) waktu setempat berlangsung di tengah sorotan besar setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan hanya beberapa saat setelah rombongan tim mendarat di Los Angeles.
 
Kehadiran Iran di Negeri Paman Sam menjadi salah satu cerita yang paling mendapat perhatian dalam gelaran Piala Dunia 2026 mengingat hubungan politik kedua negara yang selama ini kerap mengalami ketegangan.
 
Iran tiba di Amerika Serikat setelah menjalani persiapan di Tijuana, Meksiko. Kepastian kedatangan mereka sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi terkait perjalanan dan persiapan tim menjelang laga perdana di turnamen tersebut. Disambut Aksi Protes di Los Angeles Setibanya di Los Angeles, pengamanan terhadap tim Iran langsung diperketat. Aparat kepolisian memasang penjagaan ketat di sekitar hotel tempat tim menginap dan lokasi latihan.

Meski demikian, tim asuhan Amir Ghalenoei juga mendapat sambutan dari sekelompok kecil demonstran anti-pemerintah Iran.

???? FOOTAGE: The Iranian national team arrives at their hotel in Los Angeles, where they are met by a small group of Iranian Americans who do not support the team.
 
(@JoeBruin_Galaxy) pic.twitter.com/Q2IhxJsnjH

— Persian Culer ???????? (@Persian_Culer) June 14, 2026
Para pengunjuk rasa berkumpul di sekitar stadion latihan dengan membawa berbagai spanduk yang mengkritik pemerintah Iran. Beberapa di antaranya juga membawa foto-foto yang diklaim sebagai korban penangkapan maupun korban tewas dalam berbagai aksi unjuk rasa yang terjadi di Iran dalam beberapa tahun terakhir.
 

Baca Juga :

Piala Dunia 2026 Tak Lagi Indah bagi Timnas Iran
Pelatih Iran Fokus ke Lapangan Menanggapi situasi tersebut, pelatih Iran Amir Ghalenoei menegaskan timnya tidak ingin terpengaruh oleh isu politik yang berkembang di luar lapangan.
 
"Kami berada di sini untuk memainkan pertandingan yang bagus dan berkualitas tinggi. Kami tidak memperhatikan berbagai hiruk-pikuk maupun hal-hal yang terjadi di sekitar kami," kata Ghalenoei dalam konferensi pers.
 
Menurutnya, setiap negara memiliki tantangan masing-masing yang tidak berkaitan langsung dengan sepak bola.
 
"Secara alami semua tim memiliki persoalan mereka sendiri. Di banyak negara terjadi berbagai hal yang tidak ada hubungannya dengan sepak bola," lanjutnya. Kesepakatan Damai AS-Iran Jadi Sorotan Kedatangan Iran semakin menarik perhatian karena bertepatan dengan pengumuman kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
 
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan damai yang proses finalisasinya dijadwalkan berlangsung di Swiss pekan ini.
 
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Iran sempat mempertimbangkan untuk memboikot Piala Dunia 2026 akibat meningkatnya ketegangan politik. Namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan.
 
Iran awalnya berencana menjadikan Arizona sebagai pusat persiapan selama turnamen berlangsung. Akan tetapi, situasi politik yang berkembang membuat mereka memindahkan basis latihan ke Meksiko sebelum akhirnya masuk ke Amerika Serikat menjelang pertandingan pertama. Siap Hadapi Selandia Baru Di Piala Dunia 2026, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
 
Iran dijadwalkan memulai perjuangan mereka dengan menghadapi Selandia Baru pada laga pembuka grup. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Team Melli untuk membuktikan bahwa mereka mampu tetap fokus di tengah berbagai dinamika yang mengiringi perjalanan mereka menuju Piala Dunia 2026.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mobil Bekas 7 Seater di Bawah Rp100 Juta Layak Dibeli 2026
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini Bocoran Isu yang Dibahas
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Rupiah Diproyeksi Menguat hingga Rp 17.500 per Dolar AS, Ekonom Beberkan 3 Fondasi Penting Penguatan
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Analisis Pengamat soal Potensi Jokowi Berjaket PSI, Singgung Tantangan Buat PDIP
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Kemendikdasmen Kebut Program Revitalisasi Sekolah Wilayah 3T hingga Salurkan Bantuan Rp3,69 triliun
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.