Terapkan Pembayaran Digital, Pemkot Surabaya Klaim PAD Retribusi Parkir Terdongkrak hingga 10%

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat meningkat imbas penerapan sistem parkir digital secara masif selama kurun waktu beberapa bulan terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo menjelaskan pendapatan daerah yang diperoleh dari sektor retribusi parkir tercatat meningkat sebesar 10% lewat penerapan parkir digital yang saat ini berjalan di hampir seluruh titik wilayah urban.

Ia mengungkapkan kenaikan tersebut terhitung signifikan bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Meskipun program ini diterapkan sejak Januari 2026, implementasi secara efektif baru berjalan sekitar bulan Maret dan April usai distribusi perangkat ponsel pintar kepada para juru parkir (jukir) rampung dilakukan pasca Hari Raya Idulfitri.

“Peningkatan pemasukan parkir setelah digitalisasi sekitar 10%. Kenaikan ini terjadi karena sistem digital membuat pencatatan lebih transparan. Kami akan terus melakukan evaluasi terkait peningkatan pendapatan retribusi ini," ungkap Trio, Senin (15/6/2026).

Dirinya menyebut realisasi pendapatan dari sektor parkir pada tahun 2025 terhitung mencapai Rp25 miliar. Dengan optimalisasi sistem digital dan dukungan penuh dari masyarakat, Dishub Surabaya optimis target dan realisasi pendapatan parkir dapat melonjak tajam hingga 40-50%, atau bahkan berpotensi melonjak lebih tinggi.

“Harapan kami tentunya dengan optimalisasi parkir digital PAD bisa terus tumbuh hingga 50% dari tahun sebelumnya,” sebutnya.

Baca Juga

  • Pemkot Surabaya Copot 389 Jukir yang Tolak Penerapan Pembayaran Parkir Digital
  • Wujudkan Digitalisasi dan Transparansi, Armuji Ajak Masyarakat Surabaya Tolak Bayar Parkir Secara Tunai
  • Bayar Parkir di Surabaya Bakal Dilarang Pakai Uang Tunai, Ini Alasannya

Menurutnya, terdapat dua inovasi sistem pengawasan baru yang diterapkan di masing-masing titik parkir digital guna mempersempit ruang gerak jukir liar dan kebocoran pendapatan, yakni dengan memasang papan rambu di titik parkir yang dilengkapi foto resmi dari jukir yang bertugas di lokasi.

“Kami juga melengkapi 900 jukir resmi dengan rompi khusus yang memiliki kode QRIS di bagian saku dada. Sisi kanan rompi digunakan untuk pembayaran kendaraan roda dua dan sisi kiri untuk kendaraan roda empat,” terangnya.

Dengan kebijakan tersebut, Trio menegaskan warga yang ingin melakukan pembayaran non-tunai melalui m-banking, hanya perlu melakukan scan barcode QRIS yang menempel pada dada atau rompi jukir. Setelah sukses, tunjukkan buktinya ke petugas. 

“Jadi tidak ada alasan lagi handphone jukir mati atau tidak ada kuota (paket internet)," jelasnya.

Transaksi Parkir Makin Transparan

Selain QRIS lewat ponsel pintar dan rompi jukir, Dishub Surabaya juga memfasilitasi jukir dengan mesin pembayaran kartu uang elektronik serta voucher parkir. Selain itu, Dishub juga tengah menjajaki kerja sama dengan jaringan toko ritel modern dan UMKM sebagai agen penyedia voucher parkir bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya meminta dukungan penuh dari segenap warga. Trio mengimbau masyarakat untuk lebih jeli dan berani menolak melakukan pembayaran tunai, terutama jika menemukan kejanggalan identitas jukir di lapangan.

“Kami meminta warga Surabaya, manakala melihat petugas parkir wajahnya tidak sesuai dengan foto yang ada di papan rambu, mohon untuk tidak dibayar. Jangan lakukan pembayaran," imbaunya.

Menurutnya, pembayaran non-tunai ini akan memutus stigma negatif terkait aliran dana parkir karena segenap transaksi akan tercatat secara sistematis. Pendapatan parkir yang masuk ini nantinya akan dikembalikan kepada warga dalam bentuk pembangunan kota.

“Selain untuk pembangunan, data performa pendapatan harian jukir yang terekam di sistem digital juga akan digunakan untuk pendapatan sosial jukir, apakah masuk dalam kategori desil 1 sampai 5. Apabila sudah terdata, kami akan memberikan intervensi atau perlakuan kesejahteraan khusus di akhir bulan,” pungkasnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 268, Hari Ini Senin 15 Juni 2026: Trian Dipaksa Temui Rama, Kedekatan Cahyadi dan Gladys Bikin Kaget
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Terungkap Penyebab Wanita Tewas Jatuh dari Lantai 27 Green Pramuka City
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Jepang Gagalkan Belanda, Wakil Asia Lanjutkan Rekor Mentereng di Piala Dunia 2026
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Bertemu di Resepsi Jennifer Coppen, Arhan Bawa Pacar Baru, Azizah Salsha Didampingi Sosok Ini
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Kantor Imigrasi Banda Aceh Hadirkan Pasporia di Car Free Day untuk Permudah Layanan Paspor Akhir Pekan
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.