Kesehatan Belum Pulih Usai Berhaji, Bos Maktour tak Hadiri Pemeriksaan KPK

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemilik travel haji dan umrah PT Makassar Toraja (Maktour), Fuad Hasan Masyhur (FHM) tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dijadwalkan pada Senin (15/6/2026). Fuad beralasan kondisi kesehatannya belum pulih pasca mengikuti ibadah haji. 

Fuad rencananya akan diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan. Penundaan pemanggilan terhadap Fuad disampaikan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo, Senin(15/6/2026). 

Baca Juga
  • Selat Hormuz Dibuka, Bursa Saham Meroket, Harga Minyak Langsung Amblas
  • Dampak Serangan Ilegal AS-Israel
  • Selat Hormuz Dibuka, Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp 17.708

"Saksi FHM kembali terkonfirmasi mengajukan penjadwalan ulang untuk pemeriksaan yang seyogianya dilakukan hari ini," kata Budi. 

Fuad berdalih tidak bisa memenuhi panggilan KPK lantaran karena kondisi kesehatannya belum fit. "Dengan argumen kondisi kesehatan yang tidak fit," ujar Budi. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Atas dasar itu, KPK bakal mengagendakan ulang pemeriksaan terhadap Fuad. KPK mengingatkan agar Fuad mematuhi panggilan penyidik."Setiap keterangan saksi dibutuhkan agar proses penyidikan perkara dapat berjalan efektif," ucap Budi.

Fuad tercatat tak hadir dalam panggilan pada 2 Juni 2026 karena tengah menjalani ibadah haji. Fuad kembali tak menghadiri pemeriksaan dengan alasan belum fit setelah pulang dari ibadah haji. 

Komisaris PT Raudah Eksati sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba (kedua kanan) dan Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham (kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6/2026). KPK menahan dua tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan korupsi kuota haji yakni Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham dan Komisaris PT Raudah Eksati sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba. - (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri P2MI Mukhtarudin Kawal Kasus TKW yang Dianiaya Majikan di Johor Malaysia
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Awali kiprah Di Piala Dunia 2026 Timnas Jerman Menang Telak 7-1 Dari Curacao
• 8 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Gibran Terima Perwakilan Demonstran Mahasiswa, Ini Hasilnya Kata BEM UBK
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
FIlm Dukun Magang Andalkan Komedi Fajar Nugra hingga Dodit Mulyanto
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Santri Dipulangkan Usai Pengasuh Ponpes di Malang Jadi Tersangka Pencabulan
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.