Beijing: Tiongkok menyerukan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal menuju perdamaian.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengatakan jalur pelayaran tersebut memiliki arti penting bagi lalu lintas internasional.
“Selat Hormuz merupakan selat penting bagi pelayaran internasional,” kata Lin kepada wartawan di Beijing, Senin, 15 Juni 2026.
“Kami berharap selat tersebut dapat kembali dibuka sesegera mungkin,” tambahnya.
Mengutip laporan Anadolu, Lin juga menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Washington dan Teheran serta memberikan apresiasi terhadap peran Pakistan dalam memediasi perundingan kedua negara.
“Tiongkok menyambut baik tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai teks memorandum kesepahaman awal serta mengapresiasi upaya mediasi Pakistan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Beijing berharap dokumen tersebut dapat ditandatangani sesuai rencana dan seluruh pihak terkait tetap berkomitmen pada penyelesaian damai.
Pernyataan itu disampaikan setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan pada Senin dini hari bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan perdamaian.
Menurut Sharif, upacara penandatanganan dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat.
Washington dan Teheran kemudian mengonfirmasi pengumuman tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kesepakatan itu telah dirampungkan dan mengumumkan rencana untuk membuka kembali Selat Hormuz serta mencabut blokade laut AS.
Pakistan diketahui berperan sebagai mediator antara kedua negara sejak berhasil memfasilitasi gencatan senjata pada 8 April, beberapa pekan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Baca juga: AS-Iran Sepakati MoU Perdamaian, Apa Isi dan Dampaknya bagi Konflik Timur Tengah?




