JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang memperkenalkan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari sebagai juru bicara, lantas Nanik meninggalkan jurnalis yang hendak bertanya langsung kepadanya.
Momen ini terjadi usai rapat perdana BGN era Nanik bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Nanik menyampaikan bahwa dirinya telah menunjuk Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari sebagai juru bicara untuk menjelaskan hasil pertemuan dengan Komisi IX.
"Bentar ya. Boleh enggak? Boleh enggak, bentar? Boleh, boleh, boleh. Boleh ya? Boleh. Boleh? Boleh? Boleh. Oke, sebentar ya, sebentar. Teman-teman semua, dengar enggak suara saya? Dengar, Ibu," kata Nanik di depan ruang rapat Komisi IX DPR.
Baca juga: Nanik Mengaku Jadi Ketua Kelas di BGN, Keputusan Diambil Secara Kolektif
"Ya, jadi tadi dari DPR menyarankan harus ada jubir. Jubir pimpinan kami tunjuk di depan para DPR adalah Ibu Arumsari. Jadi, Ibu Arumsari akan menjelaskan pertemuan dengan Komisi IX hari ini teman-teman ya. Monggo, Ibu Arumsari. Saya tak kencing…" lanjut dia.
Usai menyampaikan pernyataan singkat itu, Nanik meninggalkan area wawancara cegat dan kembali masuk ke ruang rapat.
Tak lama berselang, dia keluar melalui pintu samping ruang rapat menuju toilet.
Setelah itu, Nanik langsung bergegas meninggalkan gedung sembari menolak permintaan wawancara dari wartawan.
"Ibu sedikit, Ibu?" tanya awak media meminta keterangan dari Nanik.
"Enggak ada, enggak ada keistimewaan, wartawan harus di depan," jawab Nanik sambil terus berjalan.
Baca juga: Sah! Nanik Jadi Kepala BGN, Apa Janji-janjinya?
Wartawan kembali mencoba meminta tanggapan terkait nasib motor listrik BGN yang sudah berada di lapangan. Sebab, Kejaksaan Agung sebelumnya telah menemukan adanya penggelembungan anggaran dalam proses pengadaannya.
"Ibu sedikit soal motor listrik BGN yang sudah di lapangan nasibnya," tanya wartawan.
Namun, Nanik tidak menjawab pertanyaan tersebut. Dia justru berbalik badan menuju lorong yang mengarah ke pintu belakang Gedung Nusantara I.