Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong & Persatuan Nasional di Tengah Guncangan Global

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP GMNI Patra Dewa menyampaikan seruan kepada seluruh elemen bangsa di tengah situasi ekonomi global penuh ketidakpastian dan tekanan geopolitik.

Menurutnya, kondisi dunia saat ini yang ditandai dengan fluktuasi harga komoditas, ancaman resesi, telah menciptakan efek domino yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

BACA JUGA: GMNI Kecam Aksi Amerika di Venezuela: Dunia Bukan Milik Satu Negara!

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk tidak terpecah oleh isu-isu yang dapat memecah belah keutuhan persatuan nasional.

Sekjen DPP GMNI mengajak seluruh komponen bangsa, mulai dari pemerintah, elite politik, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, untuk kembali bergotong royong.

BACA JUGA: GMNI UBK Siap Menjadi Barometer Intelektual Mahasiswa Jakarta

Patra menegaskan bahwa hanya dengan gotong royong dan persatuan nasional Indonesia bisa melewati badai global.

Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi oleh narasi kebencian atau perbedaan pandangan yang sempit, sebab persatuan adalah aset paling berharga untuk menjaga stabilitas nasional di tengah krisis multidimensi.

BACA JUGA: Dies Natalis ke-72 GMNI: Tetap Jaga Ideologi Bangsa

Di samping itu, Sekjen DPP GMNI menekankan akan mengawal implementasi Pasal 33 UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dalam mengelola sumber daya alam dan ekonomi bangsa.

Dia mendorong agar negara tegas mengembalikan fungsi kedaulatan atas bumi, air, serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan hanya segelintir korporasi atau pemilik modal asing.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen DPP GMNI juga mengajak seluruh komponen yang memiliki aspirasi untuk menyampaikan pandangannya dengan tetap fokus mengedepankan dialog konstruktif.

Menurutnya, perbedaan pendapat dan kritik terhadap pemerintah adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi harus dilakukan dengan cara-cara yang bermartabat dan berbasis fakta.

Dengan mengedepankan dialog, setiap persoalan dapat dicari solusi bersama tanpa harus mengorbankan stabilitas nasional atau menimbulkan konflik horizontal yang dapat dimanfaatkan oleh aktor-aktor yang tidak bertanggungjawab.

Patra Dewa mengingatkan bahwa agenda sebenarnya yang harus menjadi fokus bersama adalah bagaimana mengentaskan kemiskinan, memberantas korupsi, penegakkan hukum dan ketergantungan ekonomi asing.

Gotong royong nasional harus dimaknai secara substansial, bukan sekadar slogan seremonial, dengan cara membangun sinergi antara kekuatan rakyat, pemerintah, dan sektor swasta yang berorientasi pada keadilan sosial.

Sebagai penutup, Sekjen DPP GMNI mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan krisis global ini sebagai momentum evaluasi dan membangkitkan semangat nasionalisme ekonomi.

“Dengan menjalankan nilai-nilai Pasal 33 UUD 1945, mengutamakan dialog dalam menyelesaikan perbedaan, serta memperkuat ketahanan sosial melalui gotong royong.Indonesia tidak hanya mampu bertahan tetapi juga bisa tampil sebagai kekuatan ekonomi yang mandiri dan berdaulat.” ujarnya,

GMNI menyatakan siap untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal semua proses kebijakan agar tetap berpihak pada rakyat dan menolak segala bentuk anarkisme yang ada di dalam negeri. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 572, Hari Ini Senin 15 Juni 2026: Blade Curigai Fattah Fernandez, Harry Kembali Dekati Aqeela
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Capai Produksi 1 Juta Barel, PHE Cetak Laba Bersih US$2,17 Miliar di tahun 2025
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Kebiasaan Buruk Orang Ketika Meminta Maaf
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Seorang Siswa SMA Ceritakan Detik-detik Kejadian Ketika Dirinya Tersambar Petir Saat Mengendarai Motor Listrik
• 13 jam laluerabaru.net
thumb
Kesempatan Miliki Aset Sitaan Negara, KPK Lelang 108 Barang Bernilai Rp311 Miliar
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.