Jeritan Pedagang Kecil dalam Aksi Surabaya Menggugat di Taman Apsari

suarasurabaya.net
9 jam lalu
Cover Berita

Aksi demonstrasi bertajuk Surabaya Menggugat yang digelar di Taman Apsari, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, diwarnai orasi para pedagang di sekitar lokasi, Senin (15/6/2026).

Para pedagang tersebut mengutarakan jeritan hatinya tentang kondisi ekonomi yang kian mendesak hidup mereka. Mulai dari melonjaknya harga bahan pangan sampai rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sambil menenteng bahan dagangan, mereka ikut berbaur di tengah riuhnya orasi dan berharap suaranya didengar oleh para pemangku kebijakan.

Ike Wijayanti seorang pedagang kopi keliling yang sehari-hari menjajakan dagangannya menggunakan gerobak sepeda, tampak emosional saat menyampaikan keluh kesahnya.

Dalam orasinya, dia memohon supaya Pemerintah lebih memperhatikan kondisi ekonomi yang kian mencekik masyarakat kelas bawah.

“Jangan naikkan harga, tolong lihat orang-orang, pedagang kecil seperti saya. Tolong turunkan semua, enggak cuma BBM, tapi juga sembako hingga cabai,” ucap Ike dengan nada bergetar.

Bagi Ike, kehadirannya di tengah aksi Surabaya Menggugat sambil membawa gerobak jualan menjadi simbol bahwa rakyat kecil selama ini sudah bersusah payah untuk bertahan hidup.

“Saya ikut (aksi) bawa gerobak kayak gini untuk menunjukkan bahwa saya bisa. Saya bisa bertahan jualan kayak gini. Tolong Bapak (Presiden) melihat, tolong BBM jangan naik, diturunkan saja. Saya minta tolong hidup kami sudah susah,” tambahnya.

Selain Ike, Nyono seorang pedagang lumpia yang biasa mangkal di sekitar Taman Apsari, juga meluapkan kejengkelannya dengan bahasa khas Surabaya.

Pria paruh baya itu mengeluhkan betapa sulitnya mengais uang Rp100 ribu sehari di tengah situasi ekonomi saat ini.

Dolek duwek Rp100 ewu sek angele Ya Allah, mugo-mugo Prabowo ngerti nasibe rakyat kecil (Cari uang Rp100 ribu saja sulit sekali Ya Allah, semoga Prabowo mengerti nasib rakyat kecil),” tutur Nyono.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah massa dari masyarakat sipil Kota Surabaya mulai berkumpul di Taman Apsari depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo untuk menggelar aksi Rakyat Surabaya Menggugat, Senin (15/6/2026).

Aksi yang berlangsung di depan Monumen Gubernur Suryo itu menjadi wadah penyampaian kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Berdasarkan pantauan suarasurabaya.net di lokasi, puluhan peserta aksi berkumpul sambil membawa berbagai poster berisi sindiran dan tuntutan kepada pemerintah.

Mereka secara bergantian menyampaikan orasi sambil menggunakan pengeras suara di tengah area taman. Bahkan pedagang di sekitar taman juga turut menyampaikan aspirasinya terkait kenaikan BBM.

Selain itu, sejumlah poster yang dibawa massa aksi sore ini menyoroti isu kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

Beberapa di antaranya bertuliskan “BBM Naik, Rakyat Tercekik” hingga “Rupiahku Meluncur, Presidennya Meroket ke Luar Negeri”.

Selain persoalan ekonomi, massa aksi juga mengkritisi kebijakan pemerintah di sektor lain melalui poster bertuliskan “MBG Maruk Biaya Gede” dan “19 Juta Lapangan Pekerjaan untuk TNI/Polri”. (wld/saf/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Pertamax Naik, Pertamina Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Pengguna Pertalite di Sulsel
• 8 jam lalutribuntimur.com
thumb
KP2MI Kawal Penanganan Kasus Pekerja Migran Indonesia di Johor Bahru Malaysia
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Andi Azwan Blak-blakan soal P21 Kasus Ijazah Jokowi: Definitely Sudah Ada
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Parkir di Level 6.254, Saham COIN, BRMS, ARCI Jadi Top Gainers
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
PTPN I uji coba tanam sorgum 20 hektare dukung bioetanol
• 38 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.