Bea Cukai Ungkap Ribuan Kontainer Impor Menumpuk di Tj. Priok, Ada BYD dan Wuling

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) mengungkap terdapat sejumlah importir yang masih menumpuk kontainernya di pelabuhan Tanjung Priok yang melampaui batas waktu yang ditentukan. Beberapa di antaranya adalah kontainer mobil impor yakni dari China yaitu BYD dan Wuling. 

Dirjen Bea Cukai Kemenkeu Djaka Budhi Utama menjelaskan peningkatan jumlah kontainer yang menumpuk beberapa waktu lalu di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, turut memicu naiknya dwelling time. 

Djaka menyebut penumpukan di Tanjung Priok ini sempat tembus hingga 10.000 kontainer. Para importir, terangnya, sudah memeroleh Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) namun tidak kunjung mengeluarkan petikemasnya dari pelabuhan. 

Beberapa importir, lanjutnya, memiliki fasilitas dari pelabuhan untuk menyimpan kontainernya selama tiga setelah penerbitan SPPB. 

"Contohnya seperti BYD kemudian dari Wuling itu masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pelabuhan selama tiga hari setelah SPPB keluar. Malah bahkan lebih dari dua minggu dia tidak keluar kemarin, itu hampir sekitar 10.000 kontainer yang masih ada di pelabuhan," ujarnya pada rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi XI DPR, Senin (15/6/2026).

Baca Juga : Purbaya Sidak ke Priok, Ancam Denda Importir yang Timbun Barang di Pelabuhan

Djaka lalu mengatakan, pihak Bea Cukai telah mendorong importir untuk segera mengeluarkan kontainer dari pelabuhan apabila sudah menyelesaikan seluruh proses kepabeanan. 

Purnawirawan yang terakhir berpangkat Letnan Jenderal (Letjen) ini tidak menampik banyak pengusaha atau pemilik barang yang memanfaatkan fasilitas penyimpanan kontainer tiga hari pasca penerbitan SPPB. 

Oleh sebab itu, ke depannya Djaka menyebut Bea Cukai bakal mendorong para importir untuk menaruh barangnya di luar pelabuhan setelah selesai proses kepabeanan. 

"Dengan mengingat cost yang lebih murah [untuk menyimpan barang di dalam pelabuhan] daripada di luar, mereka memanfaatkan itu. Mungkin ke depannya kami akan segera mendorong mereka ke lini 2 di tempat di luar pelabuhan," pungkasnya. 

Sebelumnya, Djaka dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat memantau langsung laporan terjadinya penumpukan kontainer barang impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026). 

Purbaya berencana untuk memberi denda kepada pengusaha yang sengaja menimbun barangnya di pelabuhan selama satu bulan lebih. Menurutnya, pengusaha telah menyampaikan keluhan langsung kepadanya atas penumpukan barang ini. 

Akibatnya, sebanyak lebih dari 3.000 kontainer menumpuk di terminal petikemas Priok dan menaikkan dwelling time pelabuhan.  Sebagaimana diketahui, semakin lama dwelling time atau waktu tunggu kontainer/kargo di pelabuhan berpotensi mengerek biaya logistik.  

"Kemarin sudah saya instruksikan untuk perbaikan secepatnya sih, sudah turun katanya dari 3.000 ke 2.500 [kontainer], tetapi saya enggak tahu gimana ngitungnya," kata Purbaya kepada wartawan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026).  


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Demo Mahasiswa Bubar, Jalan Merdeka Selatan Kembali Dibuka
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Rugi OASA Menyusut 28,5% pada 2025, tapi Pendapatan Turun Separuh
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Asprindo Usulkan Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman untuk Seimbangkan Kepentingan Investor dan Aceh
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Baby Soso Genap Satu Bulan, Maia Estianty Ucapkan Terima Kasih ke Alyssa Daguise, Al Ghazali, dan Besannya
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Purbaya Kaget Kejagung Berhasil Lacak Aset Koruptor Buronan Eddy Tansil, Jejaknya Masih Misterius selama 30 Tahun
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.