Jakarta, ERANASIONAL.COM – PDI Perjuangan (PDIP) menegaskan tidak lagi mencampuri langkah politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) setelah status keanggotaannya di partai dicabut beberapa waktu lalu.
Pernyataan itu disampaikan Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus saat menanggapi isu Jokowi yang disebut bakal segera mengenakan jaket Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
“Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai. Sudah dipecat dari keanggotaan partai. Jadi dia mau pakai jaket partai apa pun, itu urusan Jokowi,” kata Deddy Sitorus, dikutip Senin (15/6).
Deddy juga menilai kedekatan Jokowi dengan PSI bukan hal baru. Menurutnya, hubungan tersebut telah terlihat sejak lama, termasuk melalui keberadaan putra Jokowi di partai tersebut dan upaya memperkuat jaringan politik.
“Memangnya dari dulu dia tidak di PSI? Kan anaknya sudah Ketua Umum, dan sebelum itu dia membesarkan PSI dengan merekrut orang-orangnya di pemerintahan dan BUMN,” ujarnya.
Meski menyebut hubungan dengan Jokowi telah selesai, Deddy mengaku PDIP tetap mencermati dinamika politik yang berkembang.
Ia mengklaim terdapat upaya untuk menarik kader-kader PDIP agar bergabung ke PSI di sejumlah daerah.
“Kami terus mengawasi gerakan mereka yang berusaha membujuk kader-kader PDIP masuk PSI di berbagai daerah, baik anggota dewan, kepala daerah, hingga pengurus dan kader partai,” ucapnya.
Deddy juga menyebut adanya informasi mengenai tawaran bantuan material kepada sejumlah pihak, meski ia menegaskan belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Menurut info yang saya dengar, bahkan rata-rata ditawari bantuan material yang lumayan. Tidak tahu kebenarannya. Terus terang kami tidak takut,” lanjutnya.
Saat ditanya soal potensi pengaruh langkah politik Jokowi terhadap PDIP menjelang Pemilu, Deddy memilih menunggu perkembangan ke depan.
“Apakah akan berdampak pada PDI Perjuangan? Kita lihat saja nanti karena pemilu masih jauh,” tutupnya. []





