Senjakala Angkot Tua Bogor: Sopir Cemas Kehilangan Mata Pencaharian

kompas.com
19 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Suara mesin angkot tua masih terdengar di sejumlah ruas jalan Kota Bogor.

Kendaraan yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari kehidupan warga itu kini menghadapi masa pensiun.

Pemerintah Kota Bogor telah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Rasionalisasi, Peremajaan, dan Penghapusan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek.

Salah satu dampaknya, angkot yang telah berusia 20 tahun atau lebih tidak lagi diperbolehkan beroperasi.

Baca juga: Sah! Angkot Tua di Atas 20 Tahun Dilarang Mengaspal di Kota Bogor

Bagi sebagian orang, kebijakan tersebut mungkin dipandang sebagai langkah pembaruan transportasi.

Namun bagi para sopir, keputusan itu menghadirkan kegelisahan yang lebih mendasar: bagaimana melanjutkan hidup ketika satu-satunya sumber penghasilan terancam hilang?.

Yudi (55), sopir angkot trayek 08, termasuk yang merasakan langsung kekhawatiran itu.

Sejak 2009, ia menggantungkan hidup dari kemudi angkot keluaran 2004 yang kini terdampak aturan baru.

Baca juga: Nasib Angkot Uzur di Bogor Setelah Dilarang Beroperasi: Jadi Plat Hitam atau Besi Tua

Menurut Yudi, pemerintah perlu menghadirkan solusi bagi para sopir yang terdampak, salah satunya dengan membuka jalur trayek baru.

"Misalkan dengan masalah jalur baru yang kira-kira tidak mengganggu dari jalur Sistem Satu Arah (SSA). Kan yang dipertanyakan itu kan jalur SSA, ya. Tidak boleh mengaspal di jalur SSA," kata Yudi saat ditemui Kompas.com di Bogor Utara, Senin (15/6/2026)

Selama belasan tahun menjadi sopir, Yudi tidak memiliki pekerjaan lain.

Pendapatannya dari angkot menjadi penopang utama kehidupan keluarga, termasuk membiayai anak perempuannya yang saat ini masih menempuh pendidikan di semester dua salah satu kampus swasta di Bogor.

Baca juga: Pemkot Bogor Hentikan Sementara Razia Angkot Tua

"Enggak ada kerjaan lain. Ya tertumpu sama itu aja, angkutan aja. Udah pokoknya kita sopir, hanya sopir aja. Enggak ada sambilan," kata dia.

"Mungkin kalau kita ada sambilannya kita enak ya. Masih ada andalanlah. Tapi kalau kita hanya sopir, ya sudah enggak ada lagi. Kalau sekarang diputus, ya sudah enggak bisa," sambungnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pendapatan yang diperoleh Yudi sebenarnya tidak besar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pawai obor semarakkan tahun baru islam di Aceh Besar
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Trump: Kesepakatan Damai AS-Iran Sudah Diteken, Selat Hormuz Dibuka Penuh Jumat
• 16 jam laludetik.com
thumb
Di Hadapan Mahasiswa, Gibran: Saya Sadar Masih Banyak Minus-minusnya...
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR & Hapus Hambatan Domisili
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Asta Akhirnya Kembali! Black Clover Season 2 Tayang Oktober 2026
• 23 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.