JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan energi dalam rapat dengan Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senin (15/6/2026).
Ia membeberkan kesepakatan pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Kami laporkan bahwa di balik dinamika harga minyak global yang terus naik, kami pemerintah tetap bersepakat atas arahan Bapak Presiden untuk tidak menaikkan (harga) BBM yang bersubsidi, termasuk Elpiji," ujarnya dalam rapat di Kompleks Parlemen Jakarta Pusat, Senin, dipantau dari video YouTube KompasTV.
Sementara itu, untuk harga BBM nonsubsidi diserahkan kepada harga pasar, sesuai Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 11 Tahun 2022.
Oleh karena itu, kata Menteri ESDM itu, harga BBM nonsubsidi bisa lebih dinamis, kadang-kadang naik dan kadang-kadang turun.
Baca Juga: Purbaya Siapkan Anggaran untuk Tanggung Selisih Harga BBM Biodisel B50 pada 2027
Dipantau dari laman Pertamina pada 15 Juni 2026, harga BBM subisidi jenis Pertalite terpantau stabil di angka Rp10.000 per liter di semua daerah.
BBM jenis Biosolar juga terpantau stabil di angka Rp6.800 per liter.
Sementara itu, kenaikan harga terjadi pada BBM nonsubsidi jenis Pertamax per 10 Juni 2026, menjadi Rp16.250 dari yang sebelumnya Rp12.300 per liter.
Sementara Pertamax Green dengan Ron 95 juga naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liternya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- menteri esdm
- harga bbm subsidi
- pertamina
- kebijakan energi
- presiden prabowo subianto
- bahlil lahadalia





