Bisnis.com, JAKARTA — PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) atau MoraRepublic menargetkan penambahan 5 juta homepass dengan tambahan 1,5 juta pelanggan usai merger.
Direktur Utama MORA Timotius Max Sulaiman menjelaskan bahwa tahun 2026 menjadi periode penting bagi Perseroan untuk mempercepat pertumbuhan setelah merger yang efektif pada April lalu.
"Efektifnya merger Mora Republic mendorong banyak hal yang akan menyebabkan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan 2025," ujar Timotius dalam Paparan Publik, Senin (15/6/2026).
Menurut Timotius, MORA saat ini terus menjalankan berbagai inisiatif strategis sekaligus melakukan integrasi pasca-merger.
Di segmen ritel, MORA menargetkan penambahan sekitar 5 juta homepass pada tahun ini. Perseroan juga membidik tambahan sekitar 1,5 juta pelanggan baru seiring dengan perluasan jangkauan layanan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Dengan target tersebut, Timotius menilai skala bisnis MORA akan meningkat secara signifikan dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain terbesar di industri fixed broadband nasional. Jaringan MORA menurutnya juga akan menjangkau semakin banyak kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, per 30 April 2026, setelah efektifnya penggabungan, jumlah homepass gabungan MORA meningkat signifikan menjadi lebih dari 12,7 juta homepass.
Lalu panjang jaringan fiber optic untuk backbone dan access mencapai lebih dari 166 ribu kilometer, sementara pelanggan ritel gabungan menjadi lebih dari 2,6 juta pelanggan dan pelanggan enterprise menjadi lebih dari 17.000 pelanggan.
Di sisi pengembangan Fixed Wireless Access (FWA), tercatat telah terdapat lebih dari 200 on-air sites FWA yang tersebar di 90 kota/kabupaten di Indonesia.
Selain menambah 5 juta homepass, MORA juga akan melakukan perluasan jaringan FTTH ke 186 kota/kabupaten, serta ekspansi jaringan FWA melalui pembangunan lebih dari 1.000 sites FWA.
Pada sisi jaringan backbone dan last-mile access, MORA akan terus mendorong pengembangan infrastruktur, khususnya melalui Proyek Rising 8 yang menghubungkan Jakarta, Batam hingga Singapura. Proyek ini menggunakan jaringan kabel fiber optic bawah laut sepanjang 1.128,5 Km dengan teknologi sistem repeater kabel bawah laut berkualitas tinggi terbaik.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





