Dapat Pagu Indikatif Rp 270 Triliun, BGN Lakukan Penyesuaian Penerima Manfaat MBG

jpnn.com
14 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menerima pagu indikatif dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp270.201.499.678.000 untuk anggaran instansi pada 2027

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyebut total penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) ketika mendapat pagu indikatif sebesar Rp270.201.499.678.000 ialah 81,5 juta.

BACA JUGA: Perkuat Komunikasi Publik, Waka BGN Agustina Arumsari Sekaligus Jadi Jubir BGN

"Menurut surat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Bappenas untuk 2027, sebenarnya kami mendapat alokasi pagu itu 270.201.499.678.000 itu untuk penerima manfaat 81,5 juta. Itu 2027," ujarnya usai rapat kerja tertutup di Komisi IX DPR, Senin (15/6).

Arum sapaaan Agustina Arumsari mengatakan pihaknya kini tengah melakukan evaluasi terhadap jumlah penerima manfaat MBG setelah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

BACA JUGA: Ini Alasan Komisi X-BGN Gelar Rapat Tertutup Bahas Anggaran, Hmmm...

"Kami berusaha mendengarkan para pakar yang sudah ada di Kementerian Kesehatan. Dari situlah kami melakukan refocusing penerima manfaat," katanya.

Menurut Arum, evaluasi penerima manfaat MBG membuat anggaran BGN bisa diefisiensi pada 2027 setelah dibahas dengan Kemenkeu.

BACA JUGA: Ada Hoaks Sasar MBG Lagi, Nanik Pastikan Tak Ada Aliran Duit dari BGN ke Presiden

"Mungkin secara angka kami belum sampai membahas dengan Kemenkeu dan Bappenas, tetapi yang jelas akan ada efisiensi lagi," ujarnya.

Arum kemudian mencontohkan evaluasi penerima manfaat oleh BGN dilakukan ke pelajar tingkat SMA, khusunya di kawasan elite.

Menurut dia, evaluasi terhadap pelajar tingkat SMA bisa memotong sekitar delapan juta penerima manfaat dari MBG.

"Jadi sekali lagi, refocusing ini kami perlukan supaya memang pemberian intervensi pemerintah lebih tepat sasaran, kemudian diikuti otomatis dengan angka anggaran yang semakin turun," katanya.

Selain penerima manfaat, efisiensi BGN bisa dilakukan melalui tata ulang dapur SPPG dengan mengedepankan kualitas.

"Itu nanti salah satu dampak dari refocusing," papar Arum.

Selain itu, ujar dia, efisiensi anggaran BGN melalui transformasi internal dengan mengubah tata kelola sumber daya manusia.

"Nah, itu yang masih terus kami perbaiki. Jadi mohon bersabar," kata Arum. (ast/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
9 Tradisi Menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Apakah Besok 17 Juni Masih Tanggal Merah? Cek Lagi Ketentuannya
• 6 jam laludetik.com
thumb
Inul Daratista Buka Suara soal Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah, Bandingkan dengan Maia Estianty dan Ahmad Dhani
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Bagikan Air Mineral dan Roti ke Massa Mahasiswa di Silang Monas
• 14 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Tegaskan Kemitraan Indonesia-Jerman Strategis Hadapi Tantangan Global
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.