JAKARTA, KOMPAS.com - Limbah kepala ikan tongkol yang biasanya hanya disukai kucing, kini menjadi sumber cuan untuk sejumlah warga di Jalan Pengasinan, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.
Salah satu warga bernama Kohir (45) memilih untuk mengolah limbah kepala ikan tongkol menjadi bahan baku pakan ternak yang akan dikirim ke Pabrik di Jawa Timur.
Limbah-limbah kepala ikan tongkol itu didapatkan dari para pedagang di sejumlah pasar tradisional seperti Tanjung Priok, Cilincing, Kramat Jati, dan Ciracas.
Tak hanya bisa mendatangkan keuntungan ekonomi, ternyata praktik pengolahan limbah kepala ikan tongkol itu juga berdampak signifikan untuk lingkungan.
Baca juga: Menjemur Harapan di Bawah Kolong Tol, Saat Cuaca Tentukan Nasib Limbah Kepala Ikan Tongkol
Pakar Lingkungan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta Profesor Prabang Setyono, mengatakan Indonesia merupakan salah satu produsen perikanan terbesar di dunia.
Sebab, produksi perikanan tangkap dan budidaya nasional Indonesia disebut mencapai puluhan juta ton per tahun.
"Pada industri pengolahan ikan, sekitar 30 hingga 60 persen berat ikan dapat menjadi limbah padat, tergantung jenis produk yang dihasilkan," ucap Prabang ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (12/6/2026).
Pada industri fillet, pengalengan, pengolahan tongkol cakalang dan tuna, limbah yang dihasilkan berupa kepala ikan, tulang, kulit, sirip, jeroan, dan darah.
Khusus kepala ikan tongkol proporsinya dapat mencapai 15 hingga 25 persen dari berat total ikan.
Artinya, satu ton tongkol yang diolah dapat menghasilkan sekitar 150 hingga 250 kilogram (Kg) limbah kepala ikan.
Baca juga: Ubah Sampah Jadi Harapan, Kala Kepala Ikan Tongkol Jadi Peluang Kerja
Apabila tak dimanfaatkan, maka limbah itu akan menjadi beban lingkungan yang besar, karena bersifat mudah membusuk.
Dari perspektif lingkungan, limbah kepala ikan termasuk kategori biodegradable organic waste dengan kandungan protein dan lemak tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang tanpa pengolahan.
Dampak LingkunganPrabang mengatakan, limbah kepala ikan memiliki kandungan protein sekitar 40 hingga 60 persen, lemak lima hingga 20 persen, nitrogen organik dan fosfor tinggi.
Apabila kepala ikan tongkol dibuang sembarangan tanpa pengolahan yang baik, maka limbah akan mengalami dekomposisi biologis yang menghasilkan dampak terhadap lingkungan.
"Mulai dari pencemaran air, karena dapat meningkatkan BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand) akibatnya oksigen terlarut (DO) turun, yang dapat menyebabkan kematian biota air dan eutrofikasi," sambung Prabang.
Baca juga: Kepala Ikan Tongkol Disulap Jadi Cuan di Cilincing, Omzet Rp 120 Juta Per Bulan





