HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Federasi Sepak Bola Tunisia memecat pelatih kepala Sabri Lamouchi. Ini buntut kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga perdana. Sabri menjadi korban pertama di Piala Dunia 2026.
Keputusan ini diumumkan pada Senin (15/6/2026). Dilakukan sebagai respons cepat atas hasil buruk yang memicu evaluasi menyeluruh terhadap performa tim nasional dan jajaran kepelatihan.
“Telah tercapai kesepakatan resmi untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih Sabri Lamouchi,” jelas pernyataan resmi federasi yang diunggah di media sosial mereka.
Mereka juga menambahkan bahwa proses penunjukan Mondher Kebaier sebagai pelatih interim tengah dilakukan untuk memimpin tim hingga keputusan permanen diambil.
Keputusan ini menjadi salah satu pergantian pelatih tercepat sepanjang Piala Dunia 2026, karena Lamouchi bahkan belum sempat memimpin tim pada pertandingan kedua sebelum kehilangan jabatannya.
Lamouchi baru menangani Tunisia sejak Januari 2026. Dia menghadapi sorotan berat jauh sebelum kompetisi dimulai. Kekalahan telak 0-5 dari Belgia dalam laga persahabatan di Brussels telah menimbulkan keraguan publik terhadap kesiapan tim menghadapi persaingan sepak bola internasional di level tertinggi.
Kekalahan besar dari Swedia semakin memperburuk situasi dan membuat tekanan terhadap Lamouchi sulit dibendung. Federasi pun memilih melakukan perubahan demi menjaga peluang Tunisia bertahan di fase grup yang sangat ketat.
Meskipun memulai turnamen dengan hasil mengecewakan, Tunisia masih memiliki peluang untuk melaju ke babak berikutnya. Mereka akan menghadapi Jepang pada Sabtu mendatang di stadion yang sama saat kalah dari Swedia, kemudian melawan Belanda di Kansas City pada laga terakhir fase grup.
Federasi berharap pergantian pelatih dapat membawa dampak positif dan membangkitkan kembali kepercayaan diri tim nasional Tunisia dalam dua pertandingan yang sangat menentukan tersebut.





