PYONGYANG, KOMPAS.TV - Korea Utara kian keras menghadai seruan denuklirisasi yang diapungkan oleh Amerika Serikat (AS)-Korea Selatan.
AS-Korea Selatan menegaskan kembali tujuan mereka untuk denuklirisasi Korea Utara.
Mereka mengungkapkannya saat pertemuan Kelompok Konsultasi Nuklir (NCG) ke-6.
Baca Juga: Iran Akui Finalisasi Kesepakatan Damai dengan AS: Tapi Bukan Berarti Percaya Musuh
Korea Utara menyebut membahas pelucutran senjata nuklitr pihak lawan dalam keadaan perang merupakan khayalan kosong dan absurd.
“Kami mengecam provokasi konfrontasi nuklir kolektif oleh trio AS-Jepang-Korea Selatan serta upaya tidak tulus negara-negara Barat untuk memaksakan tindakan inkonstitusional terhadap negara-negara berdaulat di panggung internasional,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Korea Utara seperti dilaporkan KCNA dikutip dari Chosun Ilbo, Senin (15/6/2026).
“Kami membunyikan peringatan mengenai konsekuensi dari provokasi yang berulang-ulang,” tambahnya.
Sang juru bicara melanjutkan pembelaannya atas status Korea Utara sebagai negara nuklir tak bakal bisa diubah.
“Retorika anti-DPRK yang tidak bermakna serta koordinasi ancaman nuklir oleh AS dan para pengikutnya tidak dapat memengaruhi status kami yang tak tergoyahkan sebagai negara bersenjata nuklir,” tuturnya.
Baca Juga: KP2MI Kawal Kasus ART WNI yang Dianiaya Majikan di Malaysia
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : Chosun Ilbo
- kim jong-un
- korea utara
- denuklirisasi
- amerika serikat
- korea selatan
- negara nuklir





