Cahaya, Tradisi, dan Harapan

kompas.id
2 hari lalu
Cover Berita

Di antara gelap malam, puluhan titik cahaya terlihat di kejauhan Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026) malam. Titik-titik cahaya itu berasal dari puluhan obor yang dibawa jemaah Masjid Jami Nurul Hidayah. Mereka mengelilingi kawasan Pasar Minggu untuk menyambut malam tahun baru 1448 Hijriah yang jatuh setiap 1 Muharram.

Deretan obor untuk pawai.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Obor tradisional dari zaman ke zaman.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Mengelilingi kegelapan.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Sejak selepas shalat Isya, masyarakat dari berbagai kalangan usia mulai berkumpul di halaman Masjid Jami Nurul Hidayah. Riang sukacita terpancar dari wajah mereka. Maklum, tidak setiap hari mereka bisa mengikuti pawai obor. 

Pawai obor yang rutin digelar setiap menjelang pergantian tahun Hijriah ini tidak hanya dimaknai sebagai tradisi semata. Cahaya dari api dimaknai sebagai harapan agar umat manusia selalu diberikan petunjuk. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi tempat mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Sepanjang perjalanan, suara takbir, shalawat, dan tabuhan rebana berpadu menciptakan suasana yang khidmat nan meriah. Warga yang tidak mengikuti pawai berdiri di tepi jalan untuk menyaksikan iring-iringan pawai obor yang melintas. Gemerlap cahaya yang bergerak bersama itu menjadi pusat perhatian.

Garis api.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Pawai obor dengan sukacita.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Letusan petasan.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Pengiring musik saat pawai obor.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Lantunan sholawat pun berkelindan dengan suara petasan yang dinyalakan panitia di sejumlah titik. Tentu pawai ini membuat perjalanan pengguna kendaraan cukup terhambat. Walau demikian, tidak ada suara klakson atau teguran dari pengendara. Mereka memahami kegiatan yang berlangsung satu tahun sekali ini.

Membuka tahun baru dengan pawai obor ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi peringatan semata, selayaknya cahaya dalam gelap, masyarakat menantikan secercah harapan di tengah masa-masa penuh ketidakpastian.

Baca JugaReza Deghati, Pesan Perdamaian Lewat Fotografi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cristiano Ronaldo Pecahkan Rekor Super Langka di Piala Dunia 2026 usai Jadi Starter Saat Lawan DR Kongo
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker, PSSI Targetkan Bawa Timnas Indonesia Tembus Top 50 Ranking FIFA
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
The Southern Hotel Surabaya Gandeng NGO Australia Peduli ODHA, Hadirkan Edukasi dan Bantuan Sosial untuk Yayasan Abdi Asih
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Viral Bola Final Piala Dunia 2026 Ternyata Buatan Indonesia
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Emas Antam Turun Rp30.000, Kini Dibanderol Rp2,703 Juta per Gram
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.