Proyek Menantu Presiden Diamuk Warga, Pagar Besi-Kawat Duri Jebol

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: Para pengunjuk rasa yang mengatakan tanah mereka telah diambil secara tidak adil, merobohkan pagar tempat resor wisata akan dibangun di tepi pantai Adriatik, di Rrjoll, dekat Shkodra, Albania, 13 Juni 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang demonstrasi menentang pembangunan proyek wisata mewah di sepanjang kawasan pesisir pantai Albania berujung pada aksi perusakan massal yang anarkis pada Sabtu, (13/06/2026). Sekitar 200 pengunjuk rasa nekat merobohkan pagar pembatas besi dan kawat berduri yang mengelilingi lokasi pembangunan resor bintang lima tersebut.

Aksi kemarahan publik ini meluas setelah warga setempat memprotes rencana pembangunan resor mewah yang didukung oleh perusahaan milik Jared Kushner. Pengusaha properti tersebut merupakan menantu dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di mana proyeknya dinilai merusak area konservasi lingkungan di dekat Vlora yang menjadi habitat burung pelikan dan penangkaran penyu.

Pilihan Redaksi
  • China Marah Besar, Ancam Pembalasan Lebih Keras ke Amerika
  • 5 Update Damai AS-Iran: Kata Arab Saudi-Israel Masih Keras Kepala
  • AS-Iran Damai, Purbaya Ungkap Efek Mengejutkan ke Anggaran Subsidi BBM

"Protes tidak akan berhenti sampai warga desa Rrjoll mendapatkan kompensasi yang adil. Kami adalah 200 keluarga yang tanahnya telah disita secara sepihak oleh pemerintah," ketus Zeke Nikolle Shullani, salah satu pemilik lahan yang telah berdemo selama beberapa bulan.


Kemarahan warga di wilayah Rrjoll ini dipicu oleh adanya proyek pembangunan resor wisata mewah lain yang dituding berdiri di atas lahan sitaan milik masyarakat adat setempat. Sambil mengibarkan bendera nasional Albania, ratusan warga meneriakkan yel-yel revolusi dan terlibat bentrok fisik dengan aparat kepolisian yang mencoba menghadang aksi perusakan pagar.

Pihak investor lokal Albania diketahui mendapatkan hak istimewa berupa status "investor khusus" dari pemerintah pusat untuk menggarap kawasan hutan pinus dan pantai pasir putih tersebut. Keistimewaan regulasi inilah yang dinilai warga sebagai bentuk ketidakadilan hukum dan pengabaian hak ekonomi masyarakat lokal demi keuntungan sepihak korporasi besar.

"Apa yang terjadi di negara ini adalah sebuah kegilaan. Mereka menolak berkonsultasi dan mengira bisa merebut semua kekayaan alam ini tanpa pertumpahan darah?" kecam pemilik lahan lainnya, Nikolin Markpalaj, mengenai sikap arogan pihak pengembang.


(tps/tps) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Menteri LH Serukan Tobat Ekologis

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Silaturahmi ke AM Hendropriyono, Bahas Revitalisasi Pewayangan
• 4 jam laludetik.com
thumb
Boni Hargens: Polri Makin Humanis, Kunci Stabilitas Sosial-Politik
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Kolaborasi Ade Astrid dan 500 Musisi Angklung Hidupkan Semangat Pelestarian Budaya Sunda
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi XI DPR Restui Pagu Kemenkeu 2027, Fokus Perkuat Layanan Publik dan Ekonomi
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sah Jadi Ayah Sambung, Janji Manis Justin Hubner untuk Anak Jennifer Coppen Disorot: Setiap Momen Bersama Kamari Luar Biasa
• 7 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.