Drama MBG di MK: Siswa Kudus Ungkap Tekanan dari Pegawai SPPG

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Muhammad Rafif Arsyad Maulidi, siswa SMK NU Miftahul Falah, Kudus, Jawa Tengah, kembali jadi sorotan setelah surat terbukanya kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral.

Dalam sidang uji materi UU APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi, Senin (15/6/2026), Rafif mengaku sempat mengalami intimidasi di media sosial.

Rafif menjelaskan, intimidasi itu datang melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyebut pelaku adalah pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Rafif mendapat perlindungan dari Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto Sipin.

"Ini cuma dari Wamenham untuk melindungi karena saya surat ini kemarin ada intimidasi secara virtual. Dan intimidasi itu dari pegawai SPPG," kata Rafif.

Meski begitu, Rafif menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan adanya pihak yang berbeda pandangan terkait program MBG.

"Saya sebagai orang yang menyurati saya tidak apa-apa karena di dalam berpendapat itu ada yang suka dan ada yang tidak. Dan saya menghargai orang yang tidak suka," ujarnya.

Ia mengungkapkan dirinya sempat di-tag dalam unggahan akun yang bersangkutan.

"Di Instagram. Di akunnya saya dan alhamdulillah orangnya sudah klarifikasi ke rumah," ucapnya.

Dalam sidang MK, Rafif menyampaikan harapannya agar anggaran MBG dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, sesuai dengan isi surat terbukanya kepada Presiden Prabowo.

Sementara itu, pemerintah meminta MK menolak gugatan terhadap penganggaran MBG dalam APBN 2026.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, menegaskan bahwa MBG bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari kebijakan pendidikan nasional. Menurutnya, kecukupan gizi adalah syarat mendasar bagi perkembangan kecerdasan dan proses belajar siswa.

Baca Juga: Keracunan MBG Bikin Geger, Sekolah Diduga Tutup Mulut Wali Murid di Medsos

Baca Juga: Pegawai BGN 'Yang Bisa Ambil Keputusan' Tak Boleh Punya Dapur MBG

"Kecukupan gizi merupakan prasyarat fundamental bagi optimalisasi proses belajar dan perkembangan kecerdasan peserta didik," kata Luky dalam sidang di MK, Selasa (14/04/2026).

Ia menambahkan, program ini sejalan dengan amanat alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dan bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPIP Ingin Bangun Pusdiklat Pancasila 7 Hektare, Butuh Anggaran Rp 343 Miliar
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Ajak Jerman Masuk Rantai Pasok Mineral Kritis RI
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Kritik Piala Dunia, Presiden UEFA Dikecam 13 Federasi Sepak Bola
• 20 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kronologi Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati, Diduga Berawal dari Cekcok Tak Diberi Uang
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Pesawat Bomber B-52 AS Jatuh, 8 Orang Tewas
• 24 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.