Megawati Sentil Bullying: Pancasila Hanya di Atas Kertas?

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan keprihatinan terhadap maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dan menegaskan pentingnya membangun kemandirian pangan nasional sebagai fondasi kesejahteraan rakyat.

Ketua Umum PDIP itu menyampaikan hal tersebut saat memberikan pidato usai meresmikan renovasi Istana Gebang di Blitar, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Megawati menyoroti memudarnya nilai-nilai kemanusiaan yang menurutnya tercermin dari meningkatnya praktik perundungan di kalangan pelajar.

Baca Juga
  • Jelang 1 Muharram 1448 H, Jamaah Bisa Saksikan Pergantian Kiswah Ka'bah di Masjidil Haram
  • MK Targetkan Perkara Gugatan Terhadap Program MBG Diputus Bulan Depan
  • Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa, Klaim Namanya Dicatut

"Saat ini saya melihat begitu banyak perundungan. Orang disia-siakan dan dihina. Pertanyaan saya, di mana rasa perikemanusiaan kalian? Apakah Pancasila hanya di atas kertas atau benar-benar ada di dalam hati sanubari kalian?" kata Megawati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Megawati mengaku prihatin karena perundungan kerap terjadi akibat perbedaan latar belakang ekonomi. Menurut dia, sikap membeda-bedakan berdasarkan status sosial tidak sejalan dengan nilai kemanusiaan yang menjadi salah satu prinsip dasar Pancasila.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia menilai fenomena tersebut tidak hanya terjadi di lingkungan anak-anak, tetapi juga mulai tercermin dalam perilaku sebagian orang tua. Karena itu, Megawati mengingatkan pentingnya menanamkan kembali nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kesetaraan sejak dini.

Menurut Megawati, salam Pancasila yang selama ini ia gaungkan bukan sekadar simbol atau seremoni politik, melainkan pengingat agar masyarakat mengamalkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menyoroti persoalan moral dan pendidikan, Megawati juga mengangkat isu ketahanan pangan nasional. Ia mengingatkan instruksi yang pernah disampaikannya pada 2021 mengenai penanaman berbagai tanaman pangan pendamping beras belum dijalankan secara optimal.

"Sejak 2021 sebagai Ketua Umum, saya sudah memberikan instruksi ke seluruh daerah untuk menanam 10 tanaman pangan sebagai pendamping beras. Siapa yang sudah mengerjakan? Angkat tangan," ujarnya.

Megawati menegaskan bahwa ketersediaan pangan merupakan kebutuhan paling mendasar bagi rakyat. Karena itu, upaya diversifikasi pangan harus terus diperkuat untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Danantara Buka Opsi Terbitkan Obligasi Global Bertenor 30 Tahun
• 27 menit lalubisnis.com
thumb
5 Basic Rules saat Chat dengan Rekan Lawan Jenis di Kantor
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Legislator Dorong Kemandirian Industri Farmasi Dalam Negeri
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
15 Rumah di Kabupaten Parigi Rusak Imbas Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Geger Pejabat Purwarkata Ditemukan Tewas Penuh Luka di Rumahnya
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.