Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ego sektoral di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai dihilangkan. Menurut dia, organisasi Kemenkeu kini lebih fleksibel dan adaptif dibandingkan beberapa tahun sebelumnya seiring berkurangnya sekat antarunit kerja.
"Apakah Kementerian Keuangan agile? Mungkin kalau Anda tanya dua tahun lalu, tidak. Kalau sekarang saya pikir sudah agile, walaupun masih ada silo-silo, kita kurangi semaksimal mungkin. Jadi sudah tidak seperti dulu lagi," tegas Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 16 Juni 2026.
Purbaya menjelaskan, sebelumnya sejumlah direktorat jenderal di lingkungan Kemenkeu kerap bekerja sendiri-sendiri sehingga koordinasi tidak berjalan optimal.
Dalam konteks organisasi, silo atau mentalitas silo merupakan budaya kerja ketika antarunit atau divisi beroperasi secara terpisah dan minim kolaborasi.
Ia mencontohkan hubungan kerja antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang sebelumnya dinilai sulit terjalin, kini mulai menunjukkan perbaikan.
"Misalnya dulu Pajak dan Bea Cukai itu susah sekali kerja samanya. Sekarang sudah bisa dibereskan. Jadi kita dorong supaya kolaborasinya makin baik," jelas Purbaya.
Baca juga: Menkeu Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
(Gedung Kementerian Keuangan. Foto: dok Kemenkeu)
Mobilitas pegawai jadi sorotan
Selain koordinasi antarunit, Purbaya juga menyoroti persoalan mobilitas pegawai lintas direktorat yang selama ini terkendala sekat organisasi.
Menurut dia, perpindahan pegawai dari satu unit ke unit lain kerap berjalan lambat karena masing-masing direktorat masih memiliki pola kerja yang tertutup.
"Ada kasus perpindahan pegawai dari Dirjen Anggaran ke Pajak, sulit sekali, karena masing-masing punya silo sendiri. Padahal di satu tempat ada kelebihan pegawai," papar dia.
Ke depan, Purbaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antarsatuan kerja agar seluruh unit di Kemenkeu dapat bergerak sebagai satu kesatuan organisasi.
Ia menilai tidak perlu ada lagi ego di tingkat direktorat jenderal karena seluruh unit memiliki tujuan yang sama dalam mendukung kebijakan fiskal negara.
"Supaya bisa lebih sinergi, karena Kementerian Keuangan itu satu. Tidak perlu ada ego di satu kedirjenan. Nanti kita bereskan," tegas Bendahara Negara itu.




