Grid.ID - Ratusan Mahasiswa dari beberapa kampus berbeda bersatu dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR MPR. Dalam aksi tersebut para Mahasiswa membawa sejumlah tuntutan.
Tuntutan tersebut disampaikan oleh 3 perwakilan Mahasiswa dari Universitas berbeda. Tuntutan pertama mereka yaitu mengenai stabilisasi nilai tukar Rupiah.
“Baik, tuntutan yang pertama adalah Stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan menghentikan pemborosan APBN dan evaluasi program populis seperti MBG dan KDP,” ujar perwakilan mahasiswa Universitas Paramadina di depan Gedung DPR RI, Senin (14/6/2026).
Tuntutan kedua mereka yaitu penurunan harga BBM. Dimana harga BBM sendiri naik sekitar 30 persen.
"Kedua, turunkan harga BBM dan bahan pokok,” ujar perwakilan mahasiswa STIAMI.
Terakhir tuntutan yang diajukan mereka yaitu Presiden mundur dari jabatannya. Mereka juga meminta agar Presiden mengakui kegagalannya.
“Ketiga, menuntut Presiden Prabowo dan seluruh jajarannya untuk mundur dan mengakui kegagalannya,” ujar perwakilan mahasiswa Universitas Trilogi.
“Keempat, batalkan revisi Undang-Undang Polri dan kelima, hentikan militerisasi di ruang sipil,” tutupnya.
Para demonstran memberikan tenggat waktu tiga hari untuk tuntutan mereka ditindaklanjuti. "Dengan tenggat waktu 3x24 jam, kami mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia segera menindaklanjuti tuntutan ini,” tutupnya.
Mahasiswa yang turun ke jalan terdiri dari berbagai Universitas. Selain dari GMNI, Mahasiswa yang hadir berasal dari Paramadina, STIAMI hingga Trilogi.
Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 15.00 hingga 17.30. Sejumlah Mahasiswa membawa atribut demonstrasi mulai dari spanduk hingga karangan bunga. (*)
Artikel Asli




