Netanyahu dan Trump Masih Berselisih usai AS-Iran Sepakat Menghentikan Perang

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Washington mengatakan bahwa selama 60 hari ke depan, ketika gencatan senjata diberlakukan

Netanyahu dan Trump Masih Berselisih usai AS-Iran Sepakat Menghentikan Perang (FOTO:Dok AFP)

IDXChannel - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertaruh bahwa perang bersama yang dilancarkannya dengan Presiden AS Donald Trump akan menggulingkan penguasa utama Iran dan memperkuat posisinya menjelang pemilihan di dalam negeri, sebagai arsitek aliansi AS-Israel yang akan membentuk kembali Timur Tengah.

Namun, sebaliknya perdana menteri Israel yang paling lama menjabat ini berada di jalur bentrok dengan Trump karena presiden AS tersebut berupaya melepaskan diri dari perang, dengan tujuan kesepakatan AS-Israel tidak tercapai dan operasi militer Israel terhambat di Lebanon.

Baca Juga:
KPU Kaji Penerapan e-voting untuk Pemilu di Luar Negeri

Dilansir dari laman Reuters Selasa (16/6/2026), untuk saat ini para pejabat Israel bersikap hati-hati di depan umum karena takut membuat marah sekutu terpenting mereka, yang dikenal sensitif terhadap para kritikus.

Namun dalam percakapan pribadi, rasa frustrasi itu jelas terlihat. "Perjanjian pendahuluan itu sangat buruk bagi Israel," kata seorang pejabat senior Israel yang memberikan penilaian jujur ​​dengan syarat anonim. 

Baca Juga:
Transaksi Livin' by Mandiri Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Washington mengatakan bahwa selama 60 hari ke depan, ketika gencatan senjata diberlakukan, mereka akan menegosiasikan persyaratan penuh yang akan mengatasi kekhawatiran AS dan Israel, terutama mengenai program nuklir Iran. Namun, para pejabat Israel mengatakan kepada Reuters bahwa negosiasi berdasarkan kesepakatan itu akan diperpanjang sehingga membatasi kemampuan Israel untuk mengambil tindakan militer. Netanyahu dan Trump telah berulang kali berselisih mengenai penolakan Israel untuk membatasi pengejarannya terhadap Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon, di mana penghentian permusuhan adalah tuntutan utama Iran.

Pada awal bulan, Trump menyebut Netanyahu sebagai orang gila dalam sebuah panggilan telepon yang penuh amarah dan memerintahkannya untuk tidak menyerang Beirut. Sementara AS sedang berupaya mencapai kesepakatan dengan Iran.

Baca Juga:
Fase Pemulangan Gelombang I Berakhir, 95.178 Jamaah Haji Indonesia Telah Diterbangkan ke Tanah Air

Netanyahu membatalkan serangan pada hari itu, tetapi pihaknya menyerang pinggiran selatan Beirut seminggu kemudian serta memprovokasi serangan rudal Iran ke Israel dan teguran publik dari Trump kepada kedua belah pihak.

Beberapa jam sebelum AS dan Iran mengumumkan kesepakatan mereka, Israel kembali menyerang ibu kota Lebanon pada hari Minggu setelah roket diluncurkan ke Israel dari Lebanon, serangan yang digambarkan Trump sebagai "kecil dan tidak berarti".

Baca Juga:
Nusa Palapa (NPGF) Raup Penjualan Rp85,26 Miliar, Melonjak 109,8 Persen pada Kuartal I-2026

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN Rombak Skema MBG 2027, Siapkan Pengurangan 8 Juta Penerima Manfaat
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
30 Contoh Ucapan 1 Muharram 1448 H, Cocok Dibagikan ke WA dan Instagram
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Prabowo Undang Jerman Garap Mineral Kritis dan Tanah Jarang
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gubernur Papua Pegunungan Memastikan Sekda Definitif Akan Dilantik pada Tahun Ini
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Saat Berbuat Kesalahan, Segera Amalkan Doa Memohon Ampun yang Diajarkan Nabi Adam AS
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.