Antar 1 Kg Sabu dari Makassar ke Bantaeng, Dua Kurir Dicegat di Jeneponto

eranasional.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jeneponto, ERANASIONAL.COM – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1 kilogram dari Makassar menuju Kabupaten Bantaeng berhasil digagalkan aparat kepolisian.

Dua pria yang diduga berperan sebagai kurir, masing-masing berinisial MFAF (26) dan RP (39), ditangkap setelah sempat dikepung petugas di sebuah jembatan di wilayah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penangkapan tersebut menjadi bagian dari operasi pengungkapan peredaran narkotika lintas daerah yang diduga menggunakan pola distribusi terputus untuk menghindari pelacakan aparat.

Berdasarkan dokumentasi yang beredar usai penangkapan, kedua pelaku terlihat telah diamankan di sebuah ruangan pemeriksaan.

Wajah keduanya tampak tertunduk dan pasrah saat petugas melakukan pendataan.

Dalam dokumentasi itu juga terlihat aparat melakukan pengamanan ketat, sementara petugas menunjukkan barang bukti berupa satu paket sabu dengan berat mencapai 1 kilogram.

MFAF saat diamankan diketahui mengenakan jaket hitam dipadukan celana jeans biru. Sementara rekannya, RP, mengenakan kaos putih dan celana jeans berwarna senada.

Kasat Reserse Narkoba Polres Jeneponto Iptu Sahrir mengungkapkan kedua pelaku diduga hanya berperan sebagai kurir yang bertugas mengantar barang ke lokasi tujuan.

“Kurir dijanjikan Rp10 juta. Setelah mengambil barang, mereka diarahkan oleh seseorang melalui telepon,” kata Sahrir saat dikonfirmasi, Minggu (14/6).

Menurut polisi, pengiriman sabu tersebut diduga menggunakan metode sistem tempel, yakni pola distribusi di mana barang tidak diserahkan secara langsung antara pengendali dan kurir.

Paket lebih dulu ditempatkan di titik tertentu sebelum diambil oleh pelaku atas arahan pihak lain.

Dalam kasus ini, paket sabu disebut sebelumnya disimpan di salah satu lokasi di wilayah Makassar. Setelah itu, kedua pelaku memperoleh instruksi untuk mengambil barang dan membawanya menuju Kabupaten Bantaeng.

Polisi menduga para pelaku hanya menjadi bagian dari jaringan yang lebih besar.

Sistem komunikasi melalui telepon serta metode tempel dinilai menjadi strategi untuk memutus jejak dan meminimalkan risiko identitas pengendali utama terungkap.

Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman guna menelusuri asal-usul barang, pihak yang memerintahkan pengiriman, hingga kemungkinan adanya jaringan penerima di daerah tujuan.

Kedua pelaku telah diamankan di Polres Jeneponto bersama barang bukti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga membuka peluang pengembangan kasus untuk memburu aktor lain yang terlibat dalam rantai distribusi narkotika tersebut. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gaji dan TPP ke-13 ASN Pemprov Jatim Cair Secara Bertahap
• 35 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Imbas Rumahnya Hangus Terbakar, Anisa Rahma Akui Tinggal dengan Orang Tua
• 22 jam lalucumicumi.com
thumb
Bupati Kediri Lepas Siswa Boarding School Masuk Perguruan Tinggi
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ngincer Motor Baru Yamaha? Gaspol #CicilAjadiBAF
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Rosan Beberkan Penyebab IHSG hingga Nilai Tukar Rupiah Menguat
• 21 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.