HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kegiatan Jalan Sehat. Digelar dalam rangka memperingati Milad ke-72 UMI, bertepatan dengan momentum menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Kegiatan diikuti oleh civitas akademika, alumni, serta berbagai mitra kerja UMI. Dipusatkan di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI Makassar. Selasa, 16 Juni 2026.
Untuk Rutenya, start di kampus UMI jl Urip Sumoharjo kemudian berbelok di depan Taman Makam Pahlawan Panaikang, lalu menuju ke depan RS Ibnu sina dan berbelok kembali ke kampus UMI.
Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, mengatakan jika kegiatan jalan sehat tersebut, merupakan salah satu rangkaian peringatan Milad ke-72 UMI yang telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir.
“Alhamdulillah, baru saja kita sama-sama melepas Jalan Sehat dalam rangka Milad UMI ke-72 yang diikuti civitas akademika, alumni, dosen, karyawan, dan seluruh mitra kerja perbankan serta berbagai mitra lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum kegiatan jalan sehat, UMI juga telah menggelar seminar yang bekerja sama dengan Pascasarjana UMI. Sementara itu, puncak perayaan Milad ke-72 UMI dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026 mendatang.
Prof Hambali menegaskan, peringatan hari jadi kampus tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas institusi.
“Kita berharap ini menjadi motivasi dalam rangka menuju UMI yang lebih berkualitas, lebih berkarakter, dan mampu berdaya saing,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mendukung perkembangan UMI, termasuk insan media yang aktif menyebarluaskan berbagai capaian kampus kepada masyarakat.
“Kolaborasi yang telah terjalin perlu terus diperkuat untuk mendukung transformasi UMI menjadi perguruan tinggi yang semakin kompetitif di tingkat global,” tuturnya.
Prof Hambali menekankan pentingnya peningkatan kualitas riset, sumber daya manusia, serta penguatan sarana dan prasarana pendukung.
Ia menjelaskan bahwa indikator penilaian perguruan tinggi berkelas dunia tidak hanya terletak pada proses pembelajaran, tetapi juga produktivitas penelitian yang memiliki dampak dan pengakuan internasional.
“Harus mampu berdaya saing secara global, baik dari sisi riset maupun sarana prasarana yang mendukung kemitraan dan kerja sama internasional,” jelasnya.
Selain itu, UMI terus mendorong dosen untuk tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga aktif menghasilkan penelitian yang mampu bersaing di tingkat global.
“Pengajaran dan penelitian harus berjalan seiring sehingga melahirkan riset yang berdaya saing global, bukan hanya nasional,” tambahnya.
Upaya internasionalisasi tersebut, lanjut Prof Hambali, telah dilakukan UMI melalui berbagai kemitraan dengan perguruan tinggi dan institusi di sejumlah negara.
Beberapa kerja sama internasional yang telah dijalin antara lain dengan institusi di Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Jepang, dan sejumlah negara lainnya.
“Momentum 72 tahun ini menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan bagi UMI untuk terus melangkah menuju World Class University,” tutupnya.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar mengatakan Jalan sehat tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan milad yang mengusung semangat kebersamaan, kesehatan, dan penguatan silaturahmi antarwarga kampus.
Selain sebagai ajang olahraga bersama, kegiatan ini juga menjadi refleksi perjalanan UMI selama 72 tahun dalam berkontribusi pada dunia pendidikan.
“Ini sekaligus menyambut tahun baru Islam dengan semangat baru untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya. (wis)




