Serangan Rusia Semalam Tewaskan 9 Orang, Biara Bersejarah di Ukraina Dilalap Api

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Pada 15 Juni 2026 dini hari, ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan rudal besar-besaran Rusia. Rudal-rudal yang berhasil dicegat meledak di langit malam, sementara puing-puing yang terbakar jatuh ke wilayah perkotaan. Salah satu simbol sejarah dan spiritual Ukraina, Biara Gua Kyiv (Kyiv Pechersk Lavra), juga dilalap api. Serangan ini menyebabkan sedikitnya 9 orang tewas. Di sisi lain, serangan Ukraina terhadap wilayah di selatan Moskow juga dilaporkan menewaskan 3 orang.

Menurut Angkatan Udara Ukraina melalui Telegram, drone Rusia terus menyerang Kyiv dari berbagai arah, mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan sedikitnya 25 orang lainnya terluka. Wartawan Reuters di lokasi melaporkan ledakan terus terdengar di seluruh kota.

Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa Rusia meluncurkan 70 rudal dan 611 drone, dengan Kyiv sebagai target utama. Sistem pertahanan udara Ukraina diklaim berhasil menembak jatuh 50 rudal dan 582 drone.

Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengimbau warga untuk tetap berada di tempat perlindungan karena gelombang serangan baru terhadap ibu kota masih berlangsung.

Menurut laporan AFP, Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan bahwa serangan udara tersebut merusak jaringan listrik sehingga sekitar 140.000 penduduk Kyiv mengalami pemadaman listrik. Selain itu, sejumlah bangunan tempat tinggal dan kendaraan terbakar setelah terkena puing-puing drone yang jatuh.

Klitschko juga mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi di kawasan Biara Gua Kyiv, dengan atap Katedral Dormition (Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga) terbakar hebat.

Wartawan AFP di lokasi melaporkan lebih dari sepuluh mobil pemadam kebakaran mengepung katedral tersebut. Sebuah lubang besar terlihat di salah satu sisi bangunan, sementara api berkobar dari atap. Petugas pemadam kebakaran terus berupaya memadamkan api baik dari dalam bangunan maupun menggunakan kendaraan tangga hidrolik.

Di wilayah Kharkiv di timur laut Ukraina, Gubernur Oleg Synegubov mengatakan sebuah daerah terkena serangan rudal. Menteri Dalam Negeri Ukraina, Igor Klymenko, menyatakan bahwa lima petugas penyelamat gugur saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran akibat serangan tersebut, sementara sedikitnya sembilan orang lainnya terluka.

Di kota Dnipro, ibu kota Oblast Dnipropetrovsk, serangan juga menyebabkan dua orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, Kepala Administrasi Militer Oblast Sumy, Oleg Grygorov, melaporkan bahwa tiga orang terluka di wilayah timur laut provinsi tersebut, termasuk seorang anak-anak.

Di pihak Rusia, Gubernur Oblast Tula, Dmitry Milyaev, mengatakan bahwa serangan drone Ukraina terhadap Kota Tula, sekitar 200 kilometer di selatan Moskow, mengakibatkan tiga orang tewas dan tiga lainnya terluka.

Negara tetangga Polandia segera mengerahkan pesawat tempur dan menempatkan sistem pertahanan udara serta radar dalam status siaga penuh. Langkah ini dilakukan setelah citra satelit menunjukkan bahwa Rusia sedang membangun pangkalan militer sekitar 175 kilometer dari perbatasan Finlandia, yang diperkirakan mampu menampung 4.000 hingga 6.000 tentara. Bersama dengan pengerahan pasukan di wilayah Karelia, kekuatan darat yang dapat dikumpulkan diperkirakan mencapai 15.000 personel.

Sebelum gelombang serangan terbaru ini terjadi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 14 Juni mengatakan bahwa dirinya telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Perebutan Konsumen Global, Sponsor Tembus USD2,8 Miliar
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Hasil Babak 1 Belgia vs Mesir: Belgia Dominan, Mesir Justru Unggul Berkat Emam Ashour
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Fahmi Bo Kini Buka Warung Makan di Teras Rumah, Raffi Ahmad Ungkap Kondisi sang Artis Usai Bangkit dari Keterpurukan
• 23 jam lalugrid.id
thumb
BGN Evaluasi Insentif SPPG, Tak Lagi Seragam Rp 6 Juta per Hari
• 21 jam laludetik.com
thumb
Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.