Bisnis.com, JAKARTA - Wasit asal Australia Shaun Evans mesti berurusan dengan Komite Disiplin FIFA saat dirinya bertugas menjadi wasit Video Assistant Referee (VAR) di Piala Dunia 2026.
Viral di media sosial video Shaun Evans saat menjadi wasit VAR pada laga Jerman vs Curacao, Minggu (14/6/2026) dini hari WIB.
Sebelum kick-off, tayangan televisi akan menyorot para wasit yang berada di ruang VAR. Wasit-wasit ini nantinya akan memberi pertimbangan kepada wasit utama di lapangan untuk mengambil keputusan.
Nah, saat kamera menyorot Shaun Evans, ada gesture kecil yang kemudian menjadi viral dan berbuntut panjang.
Tangan kanan Evans membentuk gestur "oke" dengan ibu jari dan telunjuk yang dirapatkan sementara 3 jari lainnya terbuka.
Gestur ini dinilai mirip dengan simbol supremasi kulit putih "White Power", yang berasal dari 3 jari sebagai inisial W dan ibu jari-telunjuk ke bawah seperti huruf P.
Baca Juga
- Wakil Asia Belum Terkalahkan di Laga Pertama Piala Dunia 2026
- Live Hasil Piala Dunia 2026: Iran vs Selandia Baru
- Timnas Iran Diminta Tinggalkan AS Usai Tanding Piala Dunia 2026
Karena kejadian ini viral di media sosial, FIFA pun meminta klarifikasi dari Evans, karena dinilai bisa mencederai kampanye antidiskriminasi dari induk sepak bola dunia itu.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis FIFA, Komite Disiplin tak menemukan pelanggaran yang dilakukan wasit 38 tahun itu.
"Komite Disiplin independen FIFA dapat memastikan bahwa, setelah menyelidiki masalah yang melibatkan asisten wasit video Shaun Evans, tidak ditemukan bukti pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA. Komite Disiplin juga telah mencatat pernyataan dari Bapak Evans," kata Komite Disiplin FIFA.
Terpisah, Evans juga telah memberikan klarifikasi terkait gestur yang ramai diperbincangkan. Dia membantah gerakan itu ada kaitannya dengan kelompok tertentu.
"Satu-satunya penjelasan yang bisa saya berikan adalah bahwa gerakan itu merupakan kedutan yang tidak disengaja dan tidak disadari. Dan saya tidak menyadari saya telah melakukannya saat itu. Gambar-gambar yang diambil kemudian selama pertandingan menunjukkan saya mengulangi gerakan ini berkali-kali sambil memegang pulpen di antara jari-jari saya," kata Shaun Evans.
Evans menyadari bagaimana gestur tersebut diinterpretasikan dan dia menyesali kejadian ini. Dia juga menegaskan bahwa tidak ada niat secara sengaja untuk membuat simbol tersebut dengan tangannya.
Sebelum menjadi wasit VAR di Piala Dunia 2026, Shaun Evans adalah wasit yang rutin memimpin Liga Australia (A-League).
Dia juga sempat "diimpor" untuk menjadi wasit di Liga 1, salah satunya dalam duel Persija Jakarta vs Persib pada 2017.
"Menjadi wasit di Piala Dunia adalah kehormatan terbesar dalam karier saya dan saya menantikan untuk mendukung rekan-rekan saya selama sisa turnamen," katanya.
Aussie referee Shaun Evans made his 5 seconds count here
#FIFAWorldCup | June 12 - July 20 | Every Match on SBS pic.twitter.com/I1WXddPTXJ





