Tukang Cat Duco Ditangkap Usai Diduga Palak Pekerja Billboard JPO Senen

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap YM, tukang cat duco yang videonya viral diduga memalak pekerja proyek pemasangan papan billboard di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte Transjakarta Senen, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026),

Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro mengatakan, warga Kwitang, Jakpus, tersebut sehari-hari bekerja sebagai tukang cat.

Widodo menjelaskan, dugaan pemalakan terjadi pada Minggu sekitar pukul 22.29 WIB.

Berdasarkan pengakuan YM, saat itu sebuah mobil bak terbuka berwarna hitam sedang parkir untuk melakukan bongkar muat banner milik salah satu perusahaan.

YM yang saat itu berada di pinggir Jalan Kramat Raya, menegur pekerja dengan meminta untuk menggeser mobil baknya karena menghalangi tempat kerja YM.

"Dari pengakuan pelaku dia tidak minta uang," ujar Widodo lewat pesan singkat, Selasa (16/6/2026).

Saat ini, YM masih menjalani pemeriksaan di kepolisian. Sementara, petugas masih mencari saksi mata serta korban dugaan pemalakan.

Menurut Widodo, pihaknya belum dapat memastikan jumlah korban karena hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk.

"Karena kan penindakan dari berita yang viral. Kami sudah mengirim pesan di Instagram akun yang mengunggah video kejadian. Tetapi sampai sekarang belum mendapat respons," katanya.

Widodo menambahkan, keterangan saksi dan korban diperlukan karena video yang viral tidak memperlihatkan secara jelas dugaan permintaan uang oleh terduga pelaku.

Video viral

Dugaan pemalakan terekam kamera dan diunggah oleh akun Instagram @kabarjakpus24.

Dalam video tersebut terlihat seorang pria mengenakan baju hitam, celana pendek jins, dan rompi hijau mengarahkan kamera ponselnya ke perekam video.

Pria itu kemudian mengambil foto perekam video sebelum menjauh dan memotret kondisi tepi jalan serta trotoar yang terdapat kendaraan terparkir.

Sementara itu, perekam video menyebut pria tersebut melakukan pemalakan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Tukang cat duco Senen malak-malakin orang kerja. Tolong Pemprov DKI, sudah ganggu lalu lintas," ujar suara perekam video.

"Ini orangnya sudah malak-malakin nih. Orangnya malak-malakin orang kerja nih. Di Kramat Sentiong nih, mental pengemis nih," ujar perekam video.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ponpes Damu As’adiyah Doping Gelar Pawai Hijratul Rasul 1 Muharram, Diramaikan Berbagai Kalangan
• 3 jam laluharianfajar
thumb
WNI Dianiaya di Malaysia, Komisi IX DPR Minta Pengawasan PMI Ilegal Diperketat
• 11 jam laludetik.com
thumb
BMKG Catat 20 Kali Gempa Susulan Usai Gempa M6,7 di Palu
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Wali Kota Makassar Siapkan Pilot Project Gedung Parkir Modern, Lokasi di Boulevard hingga Pengayoman
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Baramulti Suksessarana (BSSR) Guyur Dividen Rp2,27 Triliun untuk Tahun Buku 2025
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.