jpnn.com, JAKARTA - Tim dosen dari Program Studi Humas dan Komunikasi Digital, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendukung komitmen UNJ dalam menjalankan pengabdian masyarakat.
Salah satunya dalam program kolaborasi antara UNJ dengan Pondok Pesantren Al-Wathoniyah.
BACA JUGA: Persatuan Indonesia Hadirkan Ruang Belajar dan Pelatihan Gratis untuk Anak Muda
Keduanya sukses melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Pengabdian Masyarakat (P2M) di Pondok Pesantren Al-Wathoniyah, Jakarta Timur, pada hari Rabu (10/6).
Koordinator Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital UNJ Asep Soegiarto, S.IK., M.Si menyampaikan kegiatan itu merupakan wujud nyata komitmen UNJ dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara UNJ dengan Pondok Pesantren Al-Wathoniyah.
BACA JUGA: FISH UNJ Berdayakan Nelayan Perempuan Pulau Pari Lewat Penguatan Literasi Berbasis SDGs
“Program ini juga sebagai upaya mendukung pendidikan berkualitas di lingkungan pondok pesantren yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs),” ungkap Asep dalam keterangannya, Selasa (16/6).
Adapun penyampaian materi dilakukan secara serentak di berbagai ruangan, dengan enam topik pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan nyata siswa dan guru pesantren.
BACA JUGA: Seusai Pelatihan, Peserta Perempuan Berdaya Sandiaga Uno Raih Omzet Jutaan Rupiah
Asep Soegiarto, S.IK., M.Si. menggelar sesi workshop khusus untuk para guru pesantren dengan tema Smart Teacher, Smart Information: Verifikasi Berita dan Konten Digital untuk Guru Pesantren.
Di kelas lainnya, Menati Fajar Rizki, M.I.Kom. memfasilitasi pelatihan bertajuk Content Marketing dan TikTok Live untuk Pendidikan Kewirausahaan Inkubator Bisnis.
Sesi ini memberikan bekal praktis kepada peserta untuk memanfaatkan platform media sosial, khususnya TikTok Live.
Anggun Nadia Fatimah, S.Sos., M.Si. membawakan materi bertajuk Penguatan Literasi Digital untuk Mitigasi Distorsi Pengetahuan Keagamaan Generasi Muda bersama dengan Indah Fajar Rosalina, M.I.Kom.
Keduanya mengulas tema Literasi Media Kritis: Membedah Media Homeless versus Media Arus Utama bagi Siswa Pondok Pesantren Al-Wathoniyah menyampaikan pelatihan dalam satu ruangan yang sama.
Begitupula Qoryna Noer Seyma El Farabi, S.I.Kom., M.Si mengisi sesi pelatihan mengenai Peningkatan Kompetensi Videografi Siswa dalam Produksi Konten Edukatif dan Kreatif.
Selanjutnya, Mentari Anugrah Imsa, S.Si., M.Si. membawakan pelatihan Penguatan Skill Editing Video Siswa Pondok Pesantren Al-Wathoniyah Pusat Putri di kelompok kelas multimedia.
Mentari menyebut dalam kelas tersebut, para peserta secara nyata mempraktikkan materi yang telah dipaparkan sebelumnya.
“Antusiasme para peserta menjadi cerminan besarnya kebutuhan komunitas pesantren akan ilmu dan keterampilan di bidang komunikasi digital,” ucap Mentari.
Ketua Yayasan Pesantren Al-Wathoniyah, K.H. Ahmad Rifa'i, S.H., M.A. berharap melalui kegiatan P2M kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta dan Pondok Pesantren Al-Wathoniyah dapat terus berlanjut dan berkembang.
Dia juga menilai kegiatan tersebut menjadi jembatan penting yang menghubungkan pendidikan tinggi dengan lembaga pesantren, berkolaborasi dalam pemberdayaan generasi muda.
“Agar mampu menghadapi tantangan era digital secara bijak, kritis, dan produktif, tanpa melepaskan akar nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi kehidupan mereka,” ucap Ahmad Rifa’i.(era/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Angkat Keteladanan KH Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Manajer
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




