Kementan: Populasi Domba Nasional Tembus 9,15 Juta Ekor, Kambing 15 Juta Ekor

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pertanian (Kementan) membeberkan populasi domba nasional saat ini mencapai 9,15 juta ekor. Sementara itu, populasi kambing tercatat sekitar 15 juta ekor.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, mengatakan jumlah populasi tersebut membuat Indonesia mampu memenuhi kebutuhan daging domba dan kambing dari produksi dalam negeri.

“(Populasi) kambing sekitar 15 juta ekor, ya, populasi kita, domba 9,15 juta ekor dan ini sebetulnya kita sudah sangat berlebih,” kata Agung di sela-sela gelaran Indo Livestock Expo & Forum di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (16/6).

Menurut dia, Indonesia saat ini dapat dikategorikan telah mencapai swasembada daging domba dan kambing. Hal ini dikarenakan porsi impor daging kambing dan domba yang sudah berada di bawah 10 persen dari kebutuhan nasional.

Meskipun Agung tidak menjelaskan secara rinci berapa besaran kebutuhan nasional tahunan daging kambing dan domba.

“Saat ini Indonesia bisa kita declare kita sudah swasembada daging domba dan kambing, kenapa? Karena impor kita sudah berada di bawah 10 persen dari kebutuhan nasional,” imbuhnya.

Agung menuturkan dalam enam bulan terakhir Indonesia tidak melakukan impor domba dan kambing. Adapun impor yang masih dilakukan hanya untuk memenuhi permintaan produk premium chilled dengan volume yang relatif kecil.

Dengan demikian, selain swasembada daging ayam dan telur, pemerintah kini juga mengeklaim Indonesia telah mampu memenuhi kebutuhan daging domba dan kambing secara mandiri. Hal itu yang membuat Kementan mulai mendorong pelaku usaha untuk memperluas pasar ekspor.

Menurut Agung, sejumlah perusahaan di dalam negeri juga telah mengembangkan sistem pemotongan (butchering system) yang memungkinkan berbagai jenis produk daging domba dan kambing diproses di Indonesia.

“Dan kita sekarang mendorong ekspor bahkan dam haji pun kita dorong untuk dilakukan di Indonesia, karena populasi domba kambing kita cukup melimpah, bahkan saat ini harganya juga relatif murah dibandingkan dengan kondisi-kondisi jauh di beberapa tahun yang lalu,” terangnya.

Meski demikian, upaya ekspor masih menghadapi tantangan karena Indonesia belum berstatus bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Agung menyebutkan Kementan saat ini tengah mengupayakan pengakuan bebas PMK di sembilan provinsi.

Agung mengatakan kondisi PMK di dalam negeri sejauh ini semakin terkendali. Sejumlah daerah bahkan telah mencatatkan nol kasus. Menurut dia, produk daging dan olahan tetap memiliki peluang untuk dipasarkan ke luar negeri meski status bebas PMK secara nasional belum diperoleh.

“Kalau untuk kasusnya alhamdulillah kita sudah sudah sangat terkendali dan beberapa daerah sudah zero case juga,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hector Souto Panggil 26 Pemain Timnas Futsal Indonesia Menuju TC di Spanyol, Ada Evan Soumilena
• 2 jam lalubola.com
thumb
Penampakan Uang Rp1 T yang Diserahkan Kejagung ke Negara | KOMPAS MALAM
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Istana Beberkan Strategi Pulihkan Kepercayaan Publik di Tengah Gelombang Aspirasi
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Muslim Jaga Persatuan dan Perbaiki Diri
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
KAI Angkut 7,88 Juta Penumpang KA PSO hingga Mei 2026
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.