Pantau - Masyarakat Dusun Ngabean, Desa Tegowanuh, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kembali menggelar tradisi tahunan Bersih Punden Sumur Blandung dalam rangka memperingati 1 Suro atau Tahun Baru Hijriah 1448 sebagai wujud syukur dan doa bersama untuk keselamatan serta kesejahteraan warga.
Gotong Royong Membersihkan Punden dan SumurSesepuh Dusun Ngabean Hidayat menjelaskan bahwa tradisi yang telah berlangsung turun-temurun selama puluhan tahun tersebut diikuti sekitar 90 persen warga dengan kegiatan membersihkan area punden dan menguras Sumur Blandung yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat setempat.
Ia mengungkapkan, “Sekitar 90 persen warga Dusun Ngabean ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan terus kami lestarikan dari generasi ke generasi.”
Hidayat menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial melalui semangat gotong royong di antara seluruh lapisan masyarakat.
Ia mengatakan, “Selain menjaga kebersihan dan kelestarian punden, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi warga. Semua berkumpul, bekerja bersama, dan saling membantu tanpa membedakan usia.”
Selamatan dan Doa untuk Keberkahan BersamaSetelah kerja bakti selesai, warga menggelar selamatan di sekitar lokasi punden dengan menyajikan hidangan tradisional seperti tumpeng, megono, dan ingkung ayam sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat juga mengambil air dari mata air kecil di kawasan Sumur Blandung untuk dibawa pulang sesuai kebutuhan masing-masing.
Hidayat menjelaskan, “Harapan kami, masyarakat selalu diberi kesehatan, dijauhkan dari petaka dan penyakit, diberikan keberkahan umur, rezeki yang baik, serta kehidupan yang makmur dan tenteram. Tradisi ini menjadi pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Allah SWT.”




