Polresta Palu membatasi pembelian BBM di seluruh SPBU di Kota Palu setelah warga berbondong-bondong melakukan pembelian massal usai gempa berkekuatan 6,7 magnitudo mengguncang daerah tersebut, Selasa (16/6).
"Iya, kita lihat tadi ada SPBU itu banyak antrean. Warga kemungkinannya panik," kata Kapolresta Palu, Kombes Pol Hari Rosena, kepada kumparan.
Hari mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk memantau SPBU di Kota Palu.
"Tadi saya udah arahkan para kapolsek itu untuk ke SPBU. Saya minta ada pembatasan pengisian, untuk mobil umum jatahnya 10 liter, sedangkan motor 3 liter," ucapnya.
Pembatasan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kemacetan.
"Jadi, yang truk dibuang dulu (tidak dilakukan pengisian), karena yang paling penting itu kan apa namanya, masyarakat dulu lah, supaya juga untuk mengurai kemacetan," tandasnya.




