Grid.ID- Profil Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM yang kerap kritik Presiden Prabowo. Dia diketahui viral usai temukan alat pelacak di mobilnya.
Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto baru-baru viral usai unggah video soal dia yang menemukan alat pelacak di mobil yang dinaikinya. Dalam keterangan, insiden ini terjadi saat Tiyo hendak berangkat dari Kudus ke Semarang.
"Kronologinya begini, saya berangkat dari Kudus pada pukul 14.00, hari Jumat tanggal 12 Juni 2026. Saya berangkat dari Kudus ke Semarang," ucap Tiyo, dilansir dari Kompas.com.
Dia sempat mampir untuk makan dan baru sampai di Hotel Cordova Tembalang, pukul 19.00 WIB untuk beristirahat. Pada pagi harinya, Tiyo menghadiri diskusi di Balai Penjamin Mutu Provinsi Jawa Tengah yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Semarang.
"Di sana saya sudah mendapati ada beberapa orang tidak dikenal yang menguntit dan kemudian memfoto saya secara jelas apa yang saya lakukan, termasuk ketika saya jalan," jelasnya.
Tiyo mengatakan, kegiatannya selesai pukul 12.30 WIB dan kemudian dia berangkat ke Yogya untuk ikut dalam aksi di Gejayan. Selama perjalanan dari Semerang ke Yogyakarta, ponselnya sudah menunjukkan beberapa kali notifikasi.
Saat itu, Tiyo memutuskan untuk mengabaikan notifikasi tersebut lantaran dia masih mengemudi mobil. Setelah selesai lakukan aksi di Gejayan, di malam harinya muncul notif lagi sekitar pukul 20.00 WIB atau 21.00 WIB.
"Notifikasi itu muncul kembali dan segera saya cek. Saya temukan alat kotak yang punya magnet ditempel di bagian belakang bodinya," tutur Tiyo.
"Itu saya ambil lalu setelah saya konsultasikan ke beberapa orang harus direndam di air, saya rendam di air semalaman," ucapnya.
Pada siang hari, sekitar pukul 12.00 WIB, Tiyo berangkat ke Semarang dan muncul kembali notifikasi jika alat tersebut masih bergerak bersamanya. Dia sempat menganggap alat itu kurang lama direndam air dan memutuskan untuk mengabaikannya.
Tiyo kemudian memindahkan alat pelacak itu kepada temannya yang ada di Semarang. Namun, meski dipindahkan, Tiyo masih menerima notifikasi saat berjalan ke bandara hingga akhirnya dia mencoba mencari dan menemukan alat lain di ban belakang mobilnya.
"Kami cari lagi dan ternyata kami temukan dalam bentuk lain yaitu lingkaran pipih ditempel menggunakan lakban hitam di bagian ban kanan belakang," ujar Tiyo.
Adapun, Tiyo mengaku tidak mengetahui apakah dua alat yang ditemukannya itu berbeda atau saling berhubungan. Dia menjelaskan bahwa alat pertama yang ditemukan kondisinya tidak kotor, sehingga Tiyo menduga pemasangan terjadi saat dia berada di Yogyakarta.
"Tidak kotor sama sekali itu mungkin menandakan bahwa alat itu baru dipasang ketika saya di Yogya, karena sepanjang perjalanan dari Semarang ke Yogya itu kan beberapa kali hujan, sehingga kalau dia tidak kotor, maka kemungkinan itu baru dipasang," ungkapnya.
Selanjutnya, mantan ketua BEM UGM ini mengatakan bahwa alat yang dia temukan itu terkonfirmasi melalui PBX Finder yang ada di ponselnya. Setelah diselidiki, ternyata alat pelacak itu sudah ada di mobilnya sejak 12 Juni 2026.
Untuk mobil yang dinaiki Tiyo, dia menyebutkan bahwa itu merupakan pinjaman dari saudara yang peduli terhadapnya. Menurut Tiyo, alat pelacak tersebut sengaja dipasang sebagai alarm bahwa kemanapun dia pergi, maka akan ada yang mengamatinya.
Berikutnya, untuk profil Tiyo Ardianto merupakan pemuda yang kini jadi sorotan publik lantaran kerap memberi kritik tajam kepada pemerintah. Dia bahkan sempat membuat salah satu tokoh politik yaitu Adhyaksa Dault marah besar lantaran pernyataanya yang dinilai menghina Presiden Prabowo.
Melansir dari TribunSumsel.com, pria yang kerap menyoroti program pemerintah ini merupakan mahasiswa program studi Filsafat. Bukan dari lulusan SMA atau swasta, Tiyo diketahui pernah belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah di Kudus, Jawa Tengah dan berhasil masuk ke UGM dengan menggunakan ijazah Paket C pada tahun 2021.
Selain pernah menjadi Ketua BEM KM UGM sejak Januari 2025, Tiyo ternyata juga dikenal sebagai sutradara, aktor teater hingga penyair. Mahasiswa yang kerap mengkritik Presiden Prabowo ini pernah menjadi penulis dan sutradara untuk teater "Anang-ing Muria", di Universitas Muria Kudus, pada 25 Desember 2018 silam.
Selain itu, dia juga sempat menjadi Penyaji Terbaik 2 di Festival Monolog Bahasa Jawa di FBS Universitas Negeri Semarang (UNNES) tahun 2020. Berikutnya, Tiyo juga sempat mendapat juara 1 lomba Baca Puisi Inspiratif tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Penerbit Erlangga pada tahun 2021.
Sebagai penyair termuda, Tiyo sempat diundang di Pertemuan Penyair Nusantara XI (2019) dan karyanya masuk dalam antologi Sesapa Mesra Selinting Cinta bersama ratusan penyair Asia Tenggara. Terakhir, dia juga pernah menjadi editor buku dengan menyunting buku Boeng - Antologi Puisi Kebangkitan Kaum Muda pada tahun 2020. (*)
Artikel Asli




