Harga Minyak Dunia Melemah, Pasar Menanti Detail Kesepakatan Damai AS-Iran

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Selasa (16/6/2026) setelah sempat menguat pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar masih menanti kejelasan lebih lanjut terkait kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diharapkan dapat mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan data CNBC International, harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan global turun 0,53% menjadi US$82,74 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis  West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli melemah 0,41% menjadi US$80,44 per barel.

Harga minyak sempat menguat tipis pada sesi perdagangan kemarin sebelum kembali berbalik arah. Pada sesi sebelumnya, harga minyak bahkan menyentuh level terendah sejak 4 Maret 2026.

Pergerakan harga yang fluktuatif tersebut mencerminkan masih tingginya ketidakpastian pasar terkait rincian lengkap kerangka perdamaian yang telah disepakati oleh AS dan Iran.

Upaya penyelesaian konflik diperkirakan akan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan para pemimpin negara-negara G7 di Évian-les-Bains, Prancis, yang dimulai hari ini. 

Adapun, detail lebih lanjut mengenai nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara kedua negara diperkirakan akan diumumkan dalam pekan ini.

Baca Juga

  • AS dan Iran Damai, Harga Emas Melejit, Harga Minyak Menukik
  • Harga Minyak Dunia Turun 6% Sepekan usai AS-Iran Dikabarkan Capai Kesepakatan Damai
  • Harga Minyak Turun setelah Trump Klaim AS-Iran Capai Kesepakatan Damai

Operator Kapal Masih Hati-Hati

Sebelumnya, Washington dan Teheran mencapai kesepakatan sementara pada Minggu (14/6/2026) yang memperpanjang gencatan senjata AS-Iran selama 60 hari sekaligus membuka kembali Selat Hormuz untuk seluruh aktivitas pelayaran.

Saat tiba di lokasi pertemuan G7, Presiden AS Donald Trump menyatakan kerangka perdamaian dengan Iran telah ditandatangani. Dia juga menegaskan Selat Hormuz akan dibuka sepenuhnya pada Jumat (19/6/2026) tanpa pungutan biaya dari Iran.

Trump menambahkan penandatanganan resmi kesepakatan akan dilaksanakan di Jenewa, Swiss, pada Jumat mendatang.

Perusahaan pelayaran kontainer asal Jerman, Hapag-Lloyd, menyambut positif prospek tercapainya kesepakatan damai dan berakhirnya seluruh aksi militer di kawasan Timur Tengah.

“Kami berharap empat kapal kami yang masih tersisa dapat melintasi Selat Hormuz pada akhir pekan ini,” demikian pernyataan perusahaan.

Meski demikian, pelaku industri pelayaran menilai proses normalisasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz tidak akan berlangsung secepat yang diperkirakan.

Selat Hormuz sebelumnya menjadi jalur distribusi sekitar 20% pasokan minyak dunia sebelum pecahnya konflik pada akhir Februari lalu.

Chief Executive Officer (CEO) Mitsui OSK Lines, Jotaro Tamura, mengatakan banyak operator kapal tanker kemungkinan masih akan menunggu beberapa pekan sebelum kembali mengizinkan armadanya melintasi Selat Hormuz.

Menurutnya, normalisasi pelayaran membutuhkan lebih dari sekadar kesepakatan politik antarnegara.

“Yang dibutuhkan bukan hanya kesepakatan sederhana antara negara-negara terkait, tetapi implementasi nyata di lapangan sehingga perusahaan pelayaran benar-benar merasa aman untuk kembali melintas di Selat Hormuz,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu 17 Juni, Ini Alasannya
• 9 jam laludetik.com
thumb
Pesawat Bomber B-52 AS Jatuh dan Meledak di California, Delapan Orang Meninggal Dunia
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Nasib IHSG Jelang Rilis MSCI Pekan Ini, Dana Asing Disebut Bisa Keluar Rp 230 T
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Muhammadiyah: Prioritas untuk Jadikan Umat Islam Mandiri Adalah Kekuatan Ekonomi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Zodiak Paling Disiplin yang Selalu Punya Rencana dan Tujuan
• 2 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.