JAKARTA, KOMPAS.com - Revitalisasi wilayah Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, hampir tuntas dikerjakan menjelang diresmikan pada HUT ke-499 DKI Jakarta pada Senin (22/6/2026) mendatang.
Pantauan Kompas.com di lokasi pada Selasa (16/6/2026), sudut-sudut pinggir Jalan HR Rasuna Said masih tampak ramai oleh pekerja konstruksi maupun petugas Dinas Pertamanan.
Di sepanjang Kali Cideng, pekerjaan pembangunan tanggul masih berlangsung.
Baca juga: Dodol Betawi Dimasak di Kuali Besar, Jadi Magnet Pengunjung Jakarta Fair 2026
Tanggul tersebut dibangun menempel pada dinding kali, sementara sejumlah alat berat ditempatkan di aliran sungai yang airnya tampak gelap dan pekat.
KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA Kawasan pekerjaan tanggul di pinggir Kali Cideng segmen Jalan HR Rasuna Said, Selasa (16/6/2026).
Di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) dekat Halte Setiabudi, terpasang spanduk pemberitahuan terkait pekerjaan tersebut.
“Mohon maaf perjalanan Anda terganggu, sedang ada pekerjaan pembangunan tanggul Kali Cideng,” demikian tulisan pada spanduk berlatar putih itu.
Kompas.com kemudian menyusuri trotoar ke arah Mampang Prapatan. Di sepanjang jalur pedestrian, terlihat sejumlah area tanah yang masih basah dan baru ditanami berbagai jenis tanaman.
Beberapa pohon muda dengan batang yang masih ramping juga telah ditanam di tepi trotoar. Namun, tajuk pohon-pohon tersebut belum cukup rindang untuk melindungi pejalan kaki dari terik matahari.
Di pertigaan Jalan Kuningan Madya, tampak petugas memfinalisasi dan membersihkan trotoar.
Baca juga: Krisis Budaya Malu dan Perlunya Reformasi Hati Nurani
Sementara itu, di seberangnya, beberapa petugas berkaus hijau dari Dinas Pertamanan menurunkan tanaman bunga untuk ditanam di belakang Halte Transjakarta Setiabudi.
Ada pula petugas yang menyiram area pinggir jalan menggunakan selang yang terhubung ke mobil tangki air.
KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA Pengecatan ulang JPO di kawasan Rasuna Said Jakarta Selatan sebagai bagian revitalisasi menyambut lima abad Jakarta, Selasa (16/6/2026).
JPO yang sebelumnya tampak kusam kini telah dicat ulang dengan warna krem. Selain itu, sejumlah bollard dipasang di sepanjang trotoar untuk mencegah sepeda motor menggunakan jalur pedestrian sebagai area parkir.
Secara umum, kondisi trotoar kini terasa lebih lebar. Namun, kondisi tersebut juga membuat area pejalan kaki terasa cukup panas karena minimnya naungan pohon.
Hal itu dirasakan oleh Fajar (23) dan teman-temannya. Mereka mengaku senang dengan penataan ulang kawasan tersebut meski masih merasakan terik matahari saat berjalan kaki.
“Panas sih. Iya, kayaknya masih butuh pohon. Tapi kan masih pembangunan juga, jadi dinikmati dulu saja,” kata Fajar saat ditemui di lokasi, Selasa.