Sebanyak delapan orang dilaporkan mengalami luka akibat gempa berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6).
Kepala SAR Palu Muh Rizal mengatakan, hingga pukul 13.30 WITA tidak terdapat korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, delapan warga mengalami luka berat dan luka ringan.
“Jumlah korban 8 orang, meninggal nihil,” kata Rizal kepada kumparan, Selasa (16/6).
Dari total korban, 2 orang mengalami luka berat berupa patah tulang dan benturan di kepala. Keduanya merupakan warga Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Sementara itu, 6 korban lainnya mengalami luka ringan. Rinciannya, 3 orang berasal dari Kecamatan Nokilalaki, 2 orang dari Kecamatan Palolo, dan 1 orang dari Kecamatan Sigi.
Seluruh korban saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Torabelo Palolo, Kabupaten Sigi.
Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 6,7 terjadi pada pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA dan dirasakan masyarakat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, hingga Tojo Una-Una.
Rizal mengatakan pasokan listrik di wilayah terdampak masih berjalan normal meski gempa sempat memicu kepanikan warga.
“Alhamdulillah tidak ada pemadaman listrik,” terangnya.
Sementara itu, Rizal mengatakan situasi SPBU berangsur normal.
“Tidak ada antrean di SPBU,” ujarnya.
“Kondisi saat ini masih normal,” lanjutnya.





