TABLOIDBINTANG.COM - Tamara Tyasmara mengungkap pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya dalam beberapa bulan terakhir. Setelah berjuang menghadapi duka akibat kehilangan putranya, artis berusia 30 tahun itu kini harus menghadapi teror berupa pesan ancaman hingga dugaan penguntitan oleh orang tak dikenal.
Tamara mengaku menerima berbagai pesan bernada mengancam melalui WhatsApp dan Instagram. Gangguan tersebut berlangsung berulang kali hingga memengaruhi kondisi psikologisnya dan membuatnya merasa tidak aman saat beraktivitas.
"Ada kayak yang macam-macam gitu, mengancam gitu, di-chat di WhatsApp, di Instagram. Terus aku kayak lama-kelamaan, 'Oh, ini ganggu aku ya'. Aku jadi takut keluar rumah, jadinya parno, jadinya takut," tutur Tamara.
Rasa cemas itu bahkan terbawa ke lingkungan kerja. Saat menjalani syuting, Tamara mengaku kerap memperhatikan situasi di sekelilingnya dan merasa curiga terhadap orang-orang yang dianggap mengawasinya.
"Kerja kalau misalkan syuting ngelihat kanan, kiri. Terus kalau ada orang ngikutin pasti bilang sama asisten, 'Ini siapa? Ini kok ngelihatin aku terus?' gitu. Kayak enggak tenang gitu, loh," sambungnya.
Tak hanya ancaman melalui media sosial, Tamara juga mengaku pernah merasa diikuti oleh sebuah mobil yang dikendarai orang tak dikenal ketika berada di jalan. Situasi tersebut membuatnya semakin khawatir terhadap keselamatannya.
Merasa tidak bisa membiarkan kejadian itu berlarut-larut, Tamara akhirnya melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwajib. Laporan itu kini tengah ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
"Intimidasi (secara langsung) enggak, yang jelas enggak. Ya, sempat ada beberapa bulan lalu, gitu, tapi aku langsung lapor juga ke Polres Jakarta Selatan, dan sekarang masih proses," ungkapnya.
Tamara mengatakan dirinya juga telah menjalani pemeriksaan dan memberikan keterangan kepada penyidik dalam bentuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
"Sudah proses, aku sudah BAP (Berita Acara Pemeriksaan), jadi sekarang masih menunggu kabar dari polisi," kata Tamara.
Mengenai identitas pelaku, Tamara mengaku belum mengetahui siapa orang yang berada di balik ancaman tersebut. Pasalnya, pesan-pesan yang diterimanya berasal dari nomor asing dan akun media sosial yang tidak jelas identitasnya.




