Usai Melonjak 4%, IHSG Dinilai Punya Jalan Terbuka ke Level 7.000 Akhir Juni

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (15/6) memunculkan optimisme baru di pasar modal. Setelah sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir, analis menilai peluang IHSG untuk kembali menembus level psikologis 7.000 kini semakin terbuka.

Berdasarkan data Stockbit, IHSG pada Senin (15/6) ditutup menguat 247,31 poin atau 4,04 persen ke level 6.254,966. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 juga melesat 4,46 persen ke posisi 624,682.

Chief Economist Bank Tabungan Negara (BTN), Myrdal Gunarto, mengatakan penguatan pasar saham domestik dipicu oleh membaiknya sentimen global, terutama terkait meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Kalau saya lihat itu dipicu oleh aksi beli investor lokal, baik itu institusi ataupun juga investor, retail, ya. Terutama setelah melihat pertama terkait dengan tensi geopolitik yang relatif membaik, terutama adanya peluang pembukaan Selat Hormuz," ujar Gunarto kepada kumparan, Selasa (16/6).

Menurut dia, investor domestik jadi katalis utama penguatan IHSG dalam beberapa hari ini. Namun, jika kesepakatan damai antara AS dan Iran benar-benar terwujud, investor asing berpotensi kembali masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Kalau nanti perjanjian damai antara AS dengan Iran itu benar-benar terealisasi, harga minyak juga turun, Selat Hormuz juga dibuka, investor asing pasti akan menyerbu aset investasi yang ada di emerging market seperti Indonesia, baik itu pasar saham ataupun pasar surat utang negara," katanya.

Selain faktor geopolitik, valuasi saham RI yang sudah terkoreksi cukup dalam juga dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Ditambah lagi, sejumlah emiten tengah memasuki musim pembagian dividen yang meningkatkan potensi imbal hasil investasi.

Gunarto menilai kombinasi faktor tersebut dapat menjadi katalis bagi penguatan IHSG dalam jangka pendek.

"Kemungkinannya adalah dari sisi IHSG potensi untuk ke level 7.000 [akhir bulan Juni] itu sangat terbuka sekali," ujarnya.

Dia juga menilai persepsi negatif terhadap Indonesia yang sempat berkembang di pasar global mulai berangsur membaik seiring meredanya tekanan eksternal.

"Saya juga setuju, ya, karena kemarin-kemarin, kan, di saat kondisi global sangat tidak kondusif, yang ada emerging market seperti kita ditinggalkan oleh investor global, plus ditambah lagi bumbu-bumbu yang memang dipandang oleh investor itu negatif," jelas Gunarto.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan reli IHSG kali ini lebih banyak dipengaruhi faktor global ketimbang domestik.

"Di sini, ya, tadi penguatan IHSG memang sejatinya dipengaruhi oleh faktor global. Sebenarnya lebih dominan global, ya, karena kita lihat di regional pun juga terapresiasi dengan regional asia ya," ujar Nafan.

Senada dengan Gunarto, Nafan menilai kesepakatan damai antara AS dan Iran serta potensi dibukanya kembali Selat Hormuz bisa meredakan kekhawatiran investor terhadap risiko inflasi global dan lonjakan harga energi.

Di dalam negeri, menurutnya, pasar juga mendapat sentimen positif dari sejumlah kepastian regulasi, termasuk pembatalan skema cross split dan wacana relaksasi RKAB di sektor minerba.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Pertama Kali, Pelaku Pelecehan Anjing di Jakut Pernah Lakukan Hal Serupa
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Utang Luar Negeri RI Tembus US$439,8 M, BI Tegaskan Tetap Sehat dan Ditopang Investor
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Polemik Sarwendah dan Ruben Onsu Belum Usai, Hak Asuh Anak Kini Jadi Sorotan
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Drone Rusia Serang Kebun Binatang Kharkiv, Satwa Mati hingga Stres
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
InJourney tegaskan keamanan dan keselamatan prioritas utama di bandara
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.