Bisnis.com, JAKARTA — PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali meraih penghargaan PROPER Biru dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) untuk periode penilaian 2025–2026.
Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan perseroan memenuhi seluruh persyaratan dasar pengelolaan lingkungan serta mematuhi peraturan perundang-undangan. Penyerahan sertifikat evaluasi resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup tersebut berlangsung di Sofifi.
Manajer Health, Safety & Environment (HSE) NHM, Widi Wijaya, menerima langsung sertifikat PROPER Biru dari Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara, Halim Muhammad.
Agenda apresiasi ini turut dihadiri oleh perwakilan instansi pemerintah, emiten pertambangan, dan berbagai pelaku usaha di wilayah Maluku Utara.
PROPER merupakan program evaluasi resmi pemerintah untuk menilai aspek kepatuhan korporasi terhadap ekosistem. Program ini bertujuan mendorong ketaatan perusahaan terhadap regulasi lingkungan, mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), serta memperkuat penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Manajer HSE NHM, Widi Wijaya, menyampaikan penghargaan PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup menandakan bahwa NHM memenuhi ketentuan (comply) terhadap regulasi yang berlaku.
Baca Juga
- 5 Berita Populer Market, ADHI Bakal Terima Pembayaran Rp3,1 Triliun dan ANTM akan Jadi Pengendali Nusa Halmahera Minerals?
- Antam (ANTM) Batal Jadi Pengendali Nusa Halmahera Minerals?
- Penuhi Kewajiban Divestasi, Nusa Halmahera Dipersilakan Lakukan Aksi Korporasi
“Kami berharap pencapaian ini dapat terus memotivasi seluruh tim untuk memberikan yang terbaik dalam pengelolaan lingkungan dengan dukungan dari semua pihak,” ujar Widi, dikutip Selasa (16/6/2026).
Lebih lanjut, Widi menjelaskan standar penilaian PROPER ke depan akan semakin berkembang dan menuntut korporasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola hijau.
Perusahaan bersiap melakukan investasi dan adaptasi sistem operasional secara berkala sejalan dengan pengetatan parameter evaluasi.
Adapun tantangan ke depan, menurutnya, adalah pemenuhan regulasi PROPER yang semakin ketat, sehingga menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus melakukan berbagai upaya terbaik dalam pengelolaan lingkungan.
“Harapannya, operasional NHM tidak hanya tetap memenuhi seluruh ketentuan perundang-undangan yang berlaku, tetapi juga mampu meningkatkan kinerja menuju aspek beyond compliance sebagai salah satu persyaratan dalam pencapaian PROPER Hijau,” tambahnya.
Bagi perusahaan tambang emas ini, pengelolaan lingkungan merupakan bagian integral dari praktik ekstraksi komoditas yang bertanggung jawab.
Melalui penerapan standar operasional yang mengedepankan kepatuhan, pengelolaan risiko lingkungan yang berkelanjutan, serta upaya perbaikan berkesinambungan, NHM berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional, perlindungan alam, dan penciptaan nilai bagi masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan.





