Ketua RW di Cilincing Jakut Dilaporkan Aniaya 5 Anak, Kronologi Berawal dari Teguran Malam Hari

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang Ketua RW berinisial AB di kawasan Kampung Sawah, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara atas dugaan penganiayaan terhadap lima anak di bawah umur, Senin (15/6/2026) malam.

Laporan tersebut dibuat oleh Hendri Perkasa (48), orangtua salah satu korban, pada Selasa (16/6/2026) dini hari.

Adapun lima anak yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut yakni S (13), MA (14), MRA (14), AP (9), dan A (12).

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor LP/B/1338/VI/2026/SPKT/POLRES METRO JAKUT/POLDA METRO JAYA, laporan diterima polisi pada pukul 04.56 WIB.

Baca juga: 3 WNI yang Jadi Korban Penganiayaan di Malaysia Tidak Punya Izin Kerja Resmi

Menurut Hendri, peristiwa itu terjadi pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 23.40 WIB saat sejumlah anak sedang berkumpul di rumah salah satu keluarga mereka.

"Anak-anak itu memang biasa kumpul di situ kalau hari libur. Mereka masih saudara semua," kata Hendri saat ditemui Kompas.com di Kampung Sawah, Selasa.

Ia menjelaskan, rumah tempat anak-anak berkumpul berada tepat di samping rumah Ketua RW.

Kedua rumah hanya dipisahkan sebuah gang sempit dengan jarak sekitar dua meter.

Rumah Ketua RW menghadap ke Jalan Gang Swadaya II, sedangkan rumah korban berada di sisi kiri rumah Ketua RW.

Posisi jendela rumah Ketua RW juga berhadapan langsung dengan rumah korban.

Menurut Hendri, sebelum kejadian, Ketua RW sempat menegur anak-anak agar membubarkan diri karena sudah larut malam.

Baca juga: Kemlu Beri Pendampingan untuk WNI ART yang Jadi Korban Penganiayaan di Malaysia

Setelah ditegur, sebagian anak pulang ke rumah masing-masing.

Namun lima anak lainnya tetap berada di lokasi karena memang merupakan anggota keluarga yang tinggal dan menginap di rumah tersebut.

"Yang tinggal itu memang saudara semua. Ada yang rumahnya di situ, ada yang memang menginap," ujar Hendri.

Tak lama kemudian, kata dia, Ketua RW kembali muncul dari jendela rumahnya sambil membawa sepotong kayu.

Menurut keterangan anak-anak yang diterimanya, kayu tersebut dilempar ke arah atap rumah.

"Dia melempar kayu ke genteng. Anak-anak langsung ketakutan lalu masuk ke dalam kamar dan menutup pintu," kata Hendri.

Namun, menurut Hendri, Ketua RW kemudian mendatangi rumah tersebut dan mendobrak pintu kamar tempat anak-anak berlindung.

Baca juga: Menteri P2MI Ungkap Ada 3 WNI Jadi Korban Penganiayaan Majikan di Malaysia

"Setelah anak-anak masuk ke kamar dan menutup pintu, dia datang lalu mendobrak pintu," ujarnya.

Hendri mengatakan korban pertama yang mengalami kekerasan adalah seorang anak perempuan berusia 13 tahun berinisial S.

"Rambutnya dijambak berkali-kali," kata Hendri.

Selain S, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun berinisial MRA juga disebut mengalami pemukulan di bagian kepala.

"Rehan dipukul di kepalanya," ujar Hendri.

Anaknya sendiri, MA (14), juga mengaku menjadi korban pemukulan.

"Anak saya dipukul di bagian kepala," kata Hendri.

Korban termuda dalam peristiwa itu adalah AP (9).

Baca juga: Kemlu: 4 Orang Ditangkap Terkait Penganiayaan ART WNI di Malaysia

Menurut Hendri, saat kejadian AP sedang tertidur di dalam rumah dan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.

"Yang umur sembilan tahun itu masih tidur. Dia enggak tahu apa-apa. Dibangunkan, ditarik, lalu dipukul juga," ujar Hendri.

Ia mengatakan AP mengalami memar setelah kejadian tersebut.

Menurut Hendri, tindakan tersebut sangat disayangkan mengingat pelaku merupakan seorang ketua RW yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat.

"Kalau anak-anak berisik, ya ditegur. Kalau masih berisik, panggil orangtuanya. Jangan sampai melakukan kekerasan kepada anak-anak," kata dia.

Usai kejadian, sekitar pukul 00.00 WIB, anak-anak pulang dan melaporkan peristiwa tersebut kepada keluarga masing-masing.

Hendri kemudian mendatangi rumah Ketua RW bersama keluarga korban dan sejumlah warga untuk meminta klarifikasi.

Menurut dia, saat dimintai penjelasan, Ketua RW sempat membantah telah melakukan pemukulan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Awalnya tidak mengaku. Dia bilang tidak ada pemukulan," kata Hendri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klasemen Piala Dunia 2026: Tak Ada Pemenang, Seluruh Tim di Grup G dan H Kompak Raih 1 Poin
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Video: Pengusaha Mall Pilih Ekspansi ke Luar Jawa Saat Ekonom Sulit
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dialog Gibran dengan Perwakilan Mahasiswa soal Tuntutan Demo: Saya Senang Mahasiswa Kritis
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Tren Tangping Bawa Petaka, Fenomena Anak Ekor Busuk Muncul di China
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pejabat Pemkab Purwakarta Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Rumahnya | SAPA SIANG
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.